Ramadan 2026
Pesan Ramadan Nasaruddin Umar: I’tikaf Momen Membersihkan Hati dan Mendekat kepada Allah.
I’tikaf berdiam diri di mesjid melakukan ibadah dan pendekatan diri kepada Allah Swt. Orang yang melakukan I’tikaf disebut mu’takif, jamaknya muktak
Yang ada hanyalah ketenangan, kebisuan, dan kepasrahan.
Tadzakkur ketika sedang berada pada puncak kekhusyukan, sehingga ia seolah-olah tidak menyadari diri kalau ia sesungguhnya berada pada tingkat kesadaran paling tinggi, tingkatan kesadaran para auliya dan para Nabi.
I’tikaf mempunyai beberapa tingkatan.
I’tikafnya orang awam ialah datang ke masjid melakukan rangkaian ibadah formal seperti shalat lail, tahajjud, witir, mengaji atau tadarrusan, sesekali diisi oleh pengajian.
I’tikaf orang khawas lebih dari sekedar itu; bukan mengejar target-target kuantitas misalnya banyaknya rakaat shalat yang harus dilakukan, banyaknya juz Al-Qur’an yang dibaca, dan hebatnya penceramah yang ia dengar.
Yang penting bagi khawashul Mu’takifin ialah kualitas mujahadah yang dapat diraih.
Kalau perlu yang bersangkutan menembus tingkatan mukasyafah yaitu membuka hijab atau tabir yang selama ini menghalangi.
I’tikaf bisa mengantarkan seseorang kepada tingkat kesadaran yang lebih tinggi sehingga kemabruran Ramadan terpancar selalu di wajag orang ini seusai Ramadan.
I’tikaf betul-betul menjadi momentum untuk menggunting dosa-dosa langganannya sehingga ia tampil beda seusai kembali ke hari Idul Fitri.
Beruntunglah orang-orang yang berhasil meraih prestasi i’tikaf sejati seperti ini.
Kita berharap dan sekaligus bermohon agar i’tikaf kita kali ini lebih intensif dan efektif.
Kualitas i’tikaf dapat diukur seberapa tenang dan pasrah pikiran dan hati di dalam menjalankannya.
Terkadang tidak terasa kita berada pada ujung malam tanpa sedikitpun merasakan rasa ngantuk dan kelelahan.
I’tikaf dirasakan sebagai sesuatu yang sangat menyenangkan dan samasekali tidak dirasakan lagi sebagai suatu beban.
Berbagai ibadah yang dilakukan di dalamnya menyenangkan, seperti tadarrus Alquran dan berbagai shalat sunnah.