Investasi Kripto
Bitcoin dan Ethereum Melonjak 11–13 Persen Selama 3 Hari Perang AS-Israel Vs Iran
Pasar kripto justru menunjukkan lonjakan tajam di tengah tiga hari pertama konflik militer di Timur Tengah.
TRIBUNJAKARTA.COM – Pasar kripto justru menunjukkan lonjakan tajam di tengah tiga hari pertama konflik militer di Timur Tengah.
Seperti diketahui, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Iran pun merespons dengan menyerang Israel hingga beberpa negara yang terdapat pangkalan AS di dalamnya.
Kondisi perang tersebut menimbulkan gejolak di pasar kripto.
Alih-alih turun, berdasarkan data perdagangan 1 jam, Bitcoin melonjak lebih dari 11 persen sejak titik terendah pada 28 Februari hingga puncaknya pada 2 Maret 2026.
Harga Bitcoin sempat menyentuh area 63.000 dolar AS sebelum melesat ke atas 70.000 dolar AS dalam waktu kurang dari tiga hari.
Ethereum bahkan mencatat kenaikan lebih tinggi. Aset kripto terbesar kedua itu melonjak hampir 14 persen dari kisaran 1.836 dolar AS menuju 2.090 dolar AS dalam periode yang sama.
Lonjakan tersebut terjadi di tengah eskalasi operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran yang memicu ketidakpastian global.
Volatilitas Meledak
Secara teknikal, pergerakan ini menunjukkan ekspansi volatilitas setelah fase konsolidasi.
Volume perdagangan meningkat signifikan saat harga menembus area resistance, mengindikasikan adanya tekanan beli kuat serta kemungkinan short squeeze di pasar derivatif.
Meski sempat terkoreksi tipis pada Selasa siang (3/3/2026), Bitcoin masih bertahan di atas 68.000 dolar AS, sementara Ethereum berada di kisaran 2.000 dolar AS pada Rabu siang WIB (3/3/2025).
Kata Analis
Mengutip The Economic Times, Nischal Shetty, Pendiri WazirX melihat meningkatnya ketegangan geopolitik global dan lonjakan harga minyak sempat memicu sentimen risk-off, yang menyebabkan tekanan jangka pendek pada kripto karena investor mengalihkan dana ke aset yang lebih aman.
Secara keseluruhan, meskipun tekanan makroekonomi menciptakan kehati-hatian dalam jangka pendek, partisipasi institusional dan arus masuk modal menunjukkan adanya ketahanan di balik fluktuasi pasar dalam waktu dekat.
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
| Bitcoin Gagal Tembus 80.000 Dolar US, Analis Sebut Investor Sedang Kurang tartarik Aset Kripto |
|
|---|
| Analis Kripto Baca Potensi Bitcoin Menuju 80.000 Dolar US: Sedang Bangun Fondasi Support |
|
|---|
| Transaksi Kripto di Indonesia Melesu, Perang Dagang hingga Perang Senjata Sama-Sama Beri Dampak |
|
|---|
| 26 Hari Perang Timur Tengah: Emas Anjlok 15 Persen, Kripto Hijau |
|
|---|
| Ini Strategi Investasi Kripto yang Gak Pake Emosi, Tenang saat Harga Turun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/BTC-DAN-ETH-DI-TENGAH-PERANG.jpg)