Investasi Kripto
26 Hari Perang Timur Tengah: Emas Anjlok 15 Persen, Kripto Hijau
Perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran sejak akhir Februari 2026 memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan emas dan kripto
TRIBUNJAKARTA.COM - Perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran sejak akhir Februari 2026 memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan berbagai instrumen investasi, termasuk emas dan kripto.
Berdasarkan data pergerakan harga dari 28 Februari hingga 25 Maret 2026, terlihat adanya perbedaan arah antara emas dan pasar kripto.
Pada grafik emas (XAUUSD), harga justru menunjukkan tren penurunan selama periode konflik berlangsung.
Tercatat, emas mengalami koreksi sekitar 804 poin atau setara dengan penurunan 15,29 persen dalam rentang waktu tersebut.
Penurunan ini terlihat cukup konsisten, di mana harga emas bergerak melemah dari kisaran atas menuju level yang lebih rendah tanpa adanya pemulihan signifikan.
Hal ini menunjukkan bahwa emas tidak sepenuhnya berfungsi sebagai aset lindung nilai dalam kondisi perang kali ini.
Sementara itu, pergerakan aset kripto menunjukkan pola yang berbeda.
Bitcoin (BTC) tercatat mengalami kenaikan sekitar 4.248 poin atau setara dengan 6,27 persen dalam periode yang sama.
Kenaikan ini terjadi setelah Bitcoin sempat mengalami tekanan di awal konflik, sebelum akhirnya bergerak naik dan memasuki fase konsolidasi di area yang lebih tinggi.
Pergerakan serupa juga terlihat pada Ethereum (ETH).
ETH mengalami kenaikan sekitar 234 poin atau sebesar 11,92 persen, dengan pola pergerakan yang menunjukkan pemulihan setelah sempat tertekan di fase awal.
Selain itu, aset kripto lain seperti XRP juga menunjukkan penguatan, meskipun dalam skala yang lebih terbatas.
XRP tercatat naik sekitar 3,16 persen dalam periode tersebut, dengan pergerakan yang cenderung sideways namun stabil.
Jika dilihat secara keseluruhan, pergerakan pasar kripto menunjukkan adanya fase akumulasi setelah tekanan awal akibat sentimen geopolitik.
Berbeda dengan emas yang terus melemah, aset kripto justru mampu bertahan dan perlahan menguat.
Perbedaan ini mencerminkan karakter masing-masing instrumen dalam merespons ketidakpastian global.
Kenaikan Bitcoin dan Penurunan Emas
Antony Kusuma, Vice President Indodax, mengatakan, Bitcoin dengan segala keistimewaan sistemnya, membuatnya tangguh dalam situasi ketegangan geopolitik.
“Karakteristik Bitcoin yang terdesentralisasi, dapat diperdagangkan 24 jam, serta tidak bergantung pada sistem perbankan konvensional menjadikannya relevan di tengah terganggunya stabilitas sistem keuangan akibat konflik geopolitik,” kata Antony dalam siaran pers.
Mengutip Kontan, Kepala Strategi Logam JPMorgan, Greg Shearer berpendapat penurunan harga emas dipicu oleh aksi jual di tengah lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah, yang menimbulkan kekhawatiran inflasi.
Tekanan juga datang dari penguatan dolar AS dan meningkatnya keuntungan obligasi, sehingga emas menjadi kurang menarik dibandingkan aset yang memberikan imbal hasil rutin.
Ketegangan di wilayah Selat Hormuz meningkatkan risiko inflasi akibat lonjakan harga energi, mendorong ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Dalam kondisi ini, emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung kehilangan daya tarik, khususnya bagi investor institusional.
Meski Bitcoin menunjukkan ketahanan, pasar kripto tetap volatil dengan sentimen berhati-hati. Faktor makroekonomi seperti inflasi dan kebijakan suku bunga diperkirakan akan terus memengaruhi pergerakan harga ke depan.
Para investor disarankan tetap memperhatikan manajemen risiko dan memahami dinamika pasar sebelum mengambil keputusan investasi.
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
| Bitcoin Gagal Tembus 80.000 Dolar US, Analis Sebut Investor Sedang Kurang tartarik Aset Kripto |
|
|---|
| Analis Kripto Baca Potensi Bitcoin Menuju 80.000 Dolar US: Sedang Bangun Fondasi Support |
|
|---|
| Transaksi Kripto di Indonesia Melesu, Perang Dagang hingga Perang Senjata Sama-Sama Beri Dampak |
|
|---|
| Ini Strategi Investasi Kripto yang Gak Pake Emosi, Tenang saat Harga Turun |
|
|---|
| Kripto Perkasa di Tengah Perang Timur Tengah, Harga BTC Cetak Rekor Tertinggi Sebulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Ilustrasi-perbandingan-emas-dan-Bitcoin.jpg)