Usianya Sudah 120 Tahun, Mbah Satiyah Tetap Rajin Salat, Ini Rahasia Kesehatannya

Meski sudah lanjut usia, Mbah Satiyah nampak begitu sehat. Makan dan minum ala kadarnya tanpa adanya pembatas.

Editor: Erik Sinaga
Puthut Dwi Putranto
Mbah Satiyah 

TRIBUNJAKARTA.COM, GROBOGAN- Guratan di wajah Mbah Satiyah mengisyaratkan begitu lamanya roda perputaran zaman yang telah dilampauinya.

Rambutnya putih kusut tak lagi hitam. Sekujur kulitnya pun telah berkerut menyiratkan kian banyaknya ia makan asam garam kehidupan.

Baca: Konsumen Masih Takut Konsumsi Melon Kuning

Mbah Satiyah asli Desa Menduran, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah ini diyakini oleh keluarganya berusia sekitar 120 tahun.

Seperti orangtua yang lahir pada zaman dulu, tak ada bukti otentik untuk bisa membenarkan usia sesungguhnya Mbah Satiyah.

Penghitungan usia 120 tahun hanya berdasar perkiraan keluarga Mbah Satiyah dan berdasarkan kisah turun-temurun yang didukung orang tua lainnya di lingkungan Mbah Satiyah.

Selama ini Mbah Satiyah tinggal di rumah anaknya yang kelima, Sukayah (53), di Dusun Nganggil, Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan.

Baca: Letkol Jhon Mandagi Pilih Jadi Driver Gojek Usai Pensiun, Simak Pengakuannya

Meski sudah lanjut usia, Mbah Satiyah nampak begitu sehat. Makan dan minum ala kadarnya tanpa adanya pembatas.

Berjalan kaki pun tidak harus merepotkan keluarganya walau acap kali memakai alat bantu tongkat.

Keperluan lain seperti mandi dan buang air di kamar mandi juga ia lakoni sendiri. Bahkan terkadang, nenek renta ini mencuci pakaiannya sendiri.

Namun sangat wajar jika di usianya yang sepuh ingatan Mbah Satiyah tak setajam dulu, namun saat diajak mengobrol ia masih fasih berbicara.

Hanya saja, instingnya saat mendengar dan melihat sudah mulai berkurang. Logat Jawa begitu kental terlontar dari bibirnya yang menua, karena memang Mbah Satiyah tak bisa berbahasa indonesia.

Baca: 5 Fakta Pratu Randi, Tentara yang Selamatkan Siswa dari Tank Tenggelam hingga Meninggal Dunia

"Aku iki orak sekti, cuma tani, nanging ibadahku tekun orak tau telad opo meneh shalat tahajud. (Saya ini bukan orang sakti, hanya petani, tapi ibadahku rajin tak pernah terlambat, apalagi untuk shalat tahajud)," kata Mbah Satiyah saat ditemui Kompas.com, Minggu (11/3/2018).

Halaman
123
Sumber: Intisari
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved