83 Napi Koruptor dan 7 Napi Teroris Dulang Remisi Lebaran

Untuk Idul Fitri 2018, sebanyak memberikan remisi kepada 83 orang napi kasus korupsi dan tujuh orang napi kasus terorisme.

83 Napi Koruptor dan 7 Napi Teroris Dulang Remisi Lebaran
Warga binaan menjalankan ibadah shalat Idul Fitri di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (6/7/2016). Ada lebih dari 450 warga binaan yang ada di lapas ini, Sebanyak 293 orang di antaranya mendapat remisi khusus hari besar keagamaan.(KOMPAS.com / YOHANES KURNIA IRAWAN) 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM kembali memberikan hak pengurangan masa hukuman atau remisi khusus kepada sejumlah narapidana dalam rangka hari raya.

Untuk Idul Fitri 2018, sebanyak memberikan remisi kepada 83 orang napi kasus korupsi dan tujuh orang napi kasus terorisme.

Hal itu disampaikan Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Ade Kusmanto, Jakarta, Rabu (13/6/2018) kemarin.

"(Napi) Korupsi 83 orang. (Napi) Teroris 7 orang," ujar Ade.

Pihak Ditjen PAS tidak dapat menginformasikan nama-nama napi penerima remisi kali ini karena baru akan diumumkan pada hari-H Lebaran yang diperkirakan jatuh pada Jumat, 15 Juni 2018.

Ia menjelaskan, sebanyak 90 napi penerima remisi itu merupakan bagian dari 80.430 napi beragama Islam di seluruh Indonesia yang mendapat Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri tahun 2018.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 446 orang napi di antaranya akan langsung bebas mengingat selesainya menjalani masa hukuman setelah dikurangi masa remisi.

Sementara sisanya, yaitu 79.984 orang masih harus menjalani sisa masa hukuman setelah dapat remisi.

Baca: KM Arsita Tenggelam, Mayang Selamat Setelah Berenang 15 Menit

Sementara, dari data dari Ditektorat Jenderal Pemasyarakatan lima kantor wilayah Kemenkumham, terbanyak penerima remisi antara lain berada di Jawa Barat (8.654), Jawa Timur ( 6.947), Sumatera Selatan (6.228), Sumatera Utara (5.780), Jawa Tengah (5.717) dan Kalimantan Timur (4.773 ).

Hemat Anggaran Rp 32 M
Dalam catatan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, saat ini terdapat 250 ribu orang napi dan tahanan.

Halaman
12
Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help