Di Rumah Djoko Santoso, Puluhan Emak-emak Deklarasikan Dukungan kepada Prabowo-Sandiaga Uno

Deklarasi tersebut diselenggarakan di kediaman Djoko Santoso, ketua Timses Prabowo-Sandiaga di Jalan Bambu Apus No 100, Cipayung, Jakarta Timur.

Di Rumah Djoko Santoso, Puluhan Emak-emak Deklarasikan Dukungan kepada Prabowo-Sandiaga Uno
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Puluhan emak-emak relawan Melati Putih Indonesia (MPI) yang turut dalam deklarasi dukungan kepada Paslon Prabowo-Sandiaga di kediaman Djoko Santoso, Jalan Bambu Apus No 100, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (14/9/2018). 

Laporan Waratwan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Puluhan 'emak-emak' yang tergabung dalam relawan Melati Putih Indonesia (MPI) mendeklarasikan dukungannya terhadap pasangan calon (Paslon) Presiden dan Wakil Presiden Prabowo-Sandiaga.

Deklarasi tersebut diselenggarakan di kediaman Djoko Santoso, ketua Timses Prabowo-Sandiaga di Jalan Bambu Apus No 100, Cipayung, Jakarta Timur.

Menurut Vivi Susanti, ketua MPI, perkumpulan tersebut dibentuk sebagai wadah untuk menyamakan sudut pandang dukungan kepada Prabowo-Sandiaga sehingga dapat memenangkan Pilpres 2019 mendatang.

"Ini deklarasi sebagai wadah bagi masyarakat untuk persamaan pandangan terhadap keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta pandangan pilihan dan siap memenangkan Prabowo dan Sandiaga Uno," ucapnya, Jumat (14/9/2018).

Sementara itu, Djoko Santoso yang juga bertindak sebagai Dewan Pembina MPI mengapresiasi deklarasi tersebut dan menyebut Prabowo sebagai calon oemimpin yang bisa dipercaya.

"Saya sudah kenal Prabowo sejak tahun 1972, sudah 40 tahun lebih, menurut saya beliau bisa dipercaya," ujarnya.

"Makanya saat Pak Prabowo minta saya jadi ketua Timses saya bersedia karena saya sudah kenal betul dengan beliau," tambahnya.

Dalam kesempatan ini, ia juga mengingatkan kepada para relawan MPI untuk tidak salah dalam memilih pemimpin karena nantinya pilihan tersebut akan menentukan masa depan bangsa.

Pengacara Sebut Penyidik Tak Tanya Kedekatan Nur Mahmudi dengan Pengembang Green Lake View

Dokumen Persyaratan CPNS 2018: Bolehkan SKL Jadi Pengganti Ijazah? Yuk Simak Penjelasannya

Ketua Fraksi PDIP Walk Out saat Rapat Badan Anggaran di DPRD DKI Jakarta

"Pemilihan Presiden hanya lima tahun sekali, tapi kalau salah pilih dampaknya bisa terasa 50 tahun hingga 100 tahun kedepan," kata Djoko Santoso.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, selain dihadiri oleh Djoko Santoso, deklarasi ini juga turut dihadiri oleh Buni Yani dan seorang tokoh betawi, yaitu Ridwan Saidi.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help