Sopir Angkot Demo Lagi, Sopir Bus Rapid Transport Tangerang Disandera

Ratusan sopir angkutan Kota rute Perumnas - Poris Plawad Kota Tangerang kembali berunjuk rasa di Halaman Pusat Pemerintahan Kota Tangerang

Sopir Angkot Demo Lagi, Sopir Bus Rapid Transport Tangerang Disandera
TribunJakarta/Ega Alfreda
Suasana demo ratusan sopir angkutan Kota rute Perumnas - Poris Plawad Kota Tangerang di Halaman Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang, Kamis (11/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Ratusan sopir angkutan Kota rute Perumnas - Poris Plawad Kota Tangerang kembali berunjuk rasa di Halaman Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang.

Dalam aksinya, mereka kembali menuntut Pemerintah Kota Tangerang dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) agar menghapuskan rute Bus Rapid Transport (BRT) Kota Tangerang koridor 2.

Bahkan, para sopir angkot sempat sweeping satu unit BRT Kota Tangerang dan menyandera sopirnya.

Ketua Paguyuban Pengemudi Jasa Transportasi Kota Tangerang, Abbas mengatakan, hal itu sebagai bentuk kekecewaannya kepada Pemerintah Kota Tangerang.

"Saya sudah menyampaikan kemarin, tapi patokan Dishub itu ngomongnya silahkan menuntut kami di jalur hukum," ujar Abbas di depan Puspemkot Tangerang, Kamis (11/10/2018).

Abas mengatakan sepekan lalu pihaknya sempat berunjuk rasa, namun tidak menemukan titik terang bahwa dewan perwakilan rakyat daerah dan pemerintah setempat akan menindaklanjuti aspirasi ini.

Sopir Angkot di Terminal Tanjung Priok Belum Tahu OK Otrip Diganti Jadi Jak-Lingko

Kisah Muji, Pengendara Transjakarta Non BRT Yang Teguh Jauhi Mo Limo

Pengguna KRL di Stasiun Poris Plawad Keluhkan Sosialisasi Tiket Kertas Mendadak

Saat pekan lalu, pihaknya berjanji akan demo kembali apa bila janji pemerintah tidak terpenuhi.

"Kalau seandainya anggota dewan enggak gentle, kami akan tetap melanjutkan sampai keputusan selesai, sampai Kamis kemarin ditunggu itu janji mereka," tegas Abas.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Tangerang dituntut oleh para pengusaha dan sopir angkot yang tergabung dalam Paguyuban Pengemudi Jasa Transportasi Kota Tangerang untuk menghapuskan rute BRT Tangerang koridor 2.

Hal itu didasari sejak diberlakukannya BRT Kota Tangerang koridor 2 ini membuat pendapatan pengusaha dan pengemudi angkot yang mengais rejeki di rute Perumnas menurun drastis.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help