Polisi Tangkap Calo Tiket yang Meresahkan Masyarakat di Terminal Pulo Gebang

Dengan dalih, tiket tujuan penumpang tersebut sudah habis terjual, para calo ini menaikan harga hampir 50 persen dari harga normal

Polisi Tangkap Calo Tiket yang Meresahkan Masyarakat di Terminal Pulo Gebang
TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar
Terminal Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Memanfaatkan libur natal dan tahun baru (Nataru) sejumlah calo menjual tiket dengan harga selangit di terminal bus (Terbus) Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur.

Ulah mereka yang menaikan harga tiket secara tidak wajar ini sangat meresahkan masyarakat.

Polres Metro Jakarta Timur melalui Tim Raimas Backbone yang menerima laporan tersebut pun langsung bergerak cepat dengan melakukan penyisiran di Terminal Pulo Gebang.

Hasilnya, sebanyak tujuh orang calo diamankan petugas dari salah satu terminal terbesar di Indonesia itu.

Mereka ialah Pradimansah (32), Monang Gultom (47), Marpaung (47), Ibnu Ridwan (35), Aryanto (47), Marganda (39), dan Tommy (58).

"Penangkapan ini berdasarkan laporan masyarakat yang resah terhadap calo di terbus ini," ucap Katim Raimas Backbone Polres Metro Jakarta Timur Bripka Ambarita.

Dengan dalih, tiket tujuan penumpang tersebut sudah habis terjual, para calo ini menaikan harga hampir 50 persen dari harga normal.

"Jadi ketika penumpang datang ke terbus, mereka di cegat dan ditanya tujuannya mau kemana oleh para calo. Lalu calo itu mengatakan tiket tujuan tersebut sudah habis dan menawarkan tiket ekstra dengan harga yang sudah dinaikan," ujarnya kepada awak media.

Waktu Perbaikan Diperpanjang, Flyover Cengkareng Dibuka Senin Pekan Depan

Ia mencotohkan, berdasarkan keterangan beberapa orang calo, tiket tujuan Cirebon yang biasa di jual Rp 70 ribu di loket bus, mereka jual dengan harga hingga Rp 150 ribu.

"Tiket bus tujuan Cirebon seharusnya Rp 70 ribu, tapi mereka jual Rp 120 ribu hingga Rp 130 ribu. Bahkan, bila melihat menumpang terburu-buru mereka menjualnya sampai Rp 150 ribu," kata Ambarita.

Guna pemeriksaan lebih lanjut, ketujuh orang tersebut langsung digiring Tim Raimas Backbone menuju Polsek Cakung.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved