Aksi Tawuran Remaja di Bekasi Dipicu Saling Tantang di Media Sosial, Polisi Gencarkan Patroli Cyber

Wakil Kepala Polres Metro Bekasi Kota AKBP Eka Mulyana, mengatakan, pihaknya akan gencarkan patroli cyber.

Aksi Tawuran Remaja di Bekasi Dipicu Saling Tantang di Media Sosial, Polisi Gencarkan Patroli Cyber
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Wakil Kepala Polres Metro Bekasi Kota AKBP Eka Mulyana. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Aksi tawuran dua kelompok remaja di Bekasi dipicu akibat saling tantang di media sosial.

Wakil Kepala Polres Metro Bekasi Kota AKBP Eka Mulyana, mengatakan, pihaknya akan gencarkan patroli cyber

"Kita akan ketatkan lagi patroli cyber, jadi di wilayah polsek juga akan kita lakukan, karena ini pemicu mereka tawuran karena saling tantang di akun medsos," kata Eka, Selasa, (11/2/2019).

Selain itu kata dia, pihak orang tua juga dimbau ikut mengontrol aktivitas anak-anaknya baik di lingkungan pergaulan maupun di media sosial.

"Untuk orang tua tentu kita imbau agar anak mereka diawasi, bagaimana mereka bermedos, dengan siapa mereka bermedsos, lalu kalau sudah larut malam kalau bisa anaknya dicari, jangan dibiarkan keluyuran hingga larut malam, kita patut curiga kalau mereka belum pulang," papar Eka. 

Aksi tawuran antarremaja terjadi di wilayah Kota Bekasi, aksi tersebut melibatkan dua kelompok remaja Kampung Bayur Medan Satria, dan kelompok Om Kali Star di Rawa Bambu, Bekasi.

Akibat kejadian itu, satu orang remaja bernama M Ali Sadikin (17), tewas terkena lukan sabetan senjata tajam.

Aksi tawuran dua kelompok remaja dipicu akibat saling tantang di media sosial. Keduanya memiliki akun khusus tongkrongan mereka dan betemu di media sosial lalu mengontak satu sama lain untuk janjian tawuran

Salah satu pelaku saat di Mapolres Metro Bekasi Kota mengatakan, mereka memang membuat akun khusus di media sosial instagram. Akun tersebut dikelola secara bersama-sama dan dibuat hanya untuk ajang seru-seruan. 

Adapun akun mereka diberinama @omkaliallstar_2k18, melalui akun tersebut, kelompok remaja ini ditantang kelompok remaja lainnya yang menamakan dirinya Kampung Bayur, akun kelompok remaja tersebut yakni, @kampungbayur_allstar.

Keduanya terlibat tawuran pada, Minggu, 10 Februari 2019, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, di Jembatan Rawa Bambu, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi. 

Setelah kejadian tewasnya satu orang remaja akibat tawuran tersebut, polisi kemudian mengamankan enam orang pelaku.

Gerindra Sebut PKS Tak Menghormati Fatsun Politik Karena Umumkan 2 Nama Hasil Rekomendasi Panelis

Menpora Kembali Ingatkan Cabor Mengenai Penggunaan Atlet Junior di SEA Games 2019

Keenam pelaku yakni, SR alias Parid, IN alias Ilham, DF alias Mange, MI alias Baba, JP dan RNF. Keenam pelaku rata-rata berusia di bawah umur dan statusnya sebagian putus sekolah serta pelajar aktif. 

Mereka dijerat pasal 170 ayat 3 KUHP tentang perbuatan kekerasan di muka umum secara bersama-sama hingga menewaskan korban jiwa, ancaman hukuman pejara paling lama 12 tahun.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved