Kapasitas TPA Burangkeng Overload Sejak 2014

"Seluruhnya 11,6 hektare, sudah overload dari 2014, tapi belum bisa perluasan," kata Maulan,

Kapasitas TPA Burangkeng Overload Sejak 2014
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Kondisi TPA Burangkeng milik Pemkab Bekasi di Kecamatan Setu 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, telah mengalami kelebihan kapasitas atau overload. Upaya perluasan terkendala Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) atau Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) TPA Burangkeng, Maulan, mengatakan, overload telah tejadi sejak 2014, lahan seluas 11,6 hektare kini telah dipenuhi gunungan sampah yang kian menjulang tinggi sekitar kurang lebih 15-20 meter.

"Seluruhnya 11,6 hektare, sudah overload dari 2014, tapi belum bisa perluasan," kata Maulan, Kamis, (14/2/2019).

Akibat melebihnya kapasitas daya tampung TPA Burangkeng, pihak UPTD mau tidak mau harus mengupayakan penumpukan sampah di gunung-gunung sampah yang kian menjulang tinggi.

Maulan menjelaskan, lahan di sekitar TPA Burangkeng sejatinya masih luas dan dapat dimanfaatkan untuk proyek perluasan. Namun hal itu belum dapat dilakukan akibat RTRW Kabupaten Bekasi menjatahkan luas TPA hanya 11,6 hektare.

"Walaupun banyak tanah kosong kan itu punya orang, kita juga nunggu revisi RTRW, dinas juga udah pernah mengajukan perluasan lahan TPA," jelas dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Bekasi, Dodi Agus Supriyanto, menjelaskan, usulan perluasan lahan TPA sempat diajukan pada 2016 silam dengan pagu anggaran sebesar Rp 14 miliar.

"Anggarannya gak bisa keserap karena belum ada revisi RDTR, karena di sana jatah untuk TPA hanya 11,6 hektare," jelas dia.

Dia berharap, revisi RDTR dapat segera dilakukan pihak instasi terkait dan juga DPRD Kabupaten Bekasi. Sebab, jika kapasitas penampungan overload dan sampah ditumpuk di atas gunungan yang kian menjulang tinggi dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru.

Hampir Tiap Tahun Warga Demo Tuntut Perhatian Lebih Akibat Dampak TPA Burangkeng

Puluhan Tahun Tinggal Dekat TPA Burangkeng, Warga Tutut Kompensasi Uang Bau

Berkat Satpam Viral Slamet Gunaedi, Pelajar SMAN 4 Tangerang Selatan Histeris Didatangi JKT 48

"Saya berharap secepatnya dapat direvisi, karena saat ini kita lakukan pembuangan sampah memanfaatkan kapasitas yang ada, misal di zona A kita isi, kalau sudah agak meninggi kita rapihkan lalu kita alihkan sampah ke zona B, lalu kita rapihkan lagi agar bisa menampung sampah," jelas dia.

Setiap hari kata Dodi, TPA Burangkeng menerima 800 ton sampah dari seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. Sampah-sampah itu diangkut menggunakan 102 truk milik Dinas LH. Jumlah sampah yang dapat diangkut itu belum bisa dikatakan maksimal lantaran kemampuan daya jangkau armada.

"Kalau keseluruhan produksi sampah di Kabupaten Bekasi mencapai 1.500 ton per hari, idealnya kita punya 400 truk, tahun ini kita rencana tambah 30 truk," jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved