Aksi 22 Mei
Langkah Kapolri Umumkan Ancaman Pembunuhan 4 Tokoh Dikritik, Pengaman Intelejen: Tak Mendidik Bangsa
Langkah Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengumumkan adanya rencana pembunuhan kepada empat tokoh nasional dan satu pemimpin lembaga survei dikritik.
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Rr Dewi Kartika H
TRIBUNJAKARTA.COM - Langkah Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengumumkan adanya rencana pembunuhan kepada empat tokoh nasional dan satu pemimpin lembaga survei dikritik.
Kritikan tersebut berasal dari pengamat Intelejen, Soeripto.
Soeripto bahkan menganggap langkah atau tindakan Tito Karnavian tersebutx tidak mendidik kehidupan bangsa Indonesia.
Hal itu disampaikan Soeripto saat menjadi narasumber di acara TV One, pada Kamis (30/5/2019).
Awalnya Soeripto mengatakan apabila rencana pembunuhan tersebut benar adanya, maka pihak kepolisian seharusnya melakukan pendalaman yang serius saja.
Mengenai 4 tokoh nasional, yakni Wiranto, Luhut Binsar Pandjaitan, Gories Mere, dan Budi Gunawan yang disebut menjadi target pembunuhan, Soeripti berharap pihak kepolisian dapat kembali memastikannya.
"Menurut saya itu semestinya kalau memang betul ada, didalami saja dan diselusuri terus, target itu memang sudah secara dari kacamata intelejen, sudah pasti atau hampir pasti apa tidak," ungkap Soeripto dikutip TribunJakarta.com, pada Jumat (31/5/2019).
• Prabowo Subianto Curhat Via Telepon Terkait Kondisi Kakinya, Luhut Binsar Pandjaitan Beri Saran Ini
• Verrell Bramasta & Aurel Ngaku hanya Berteman, Mbah Mijan Beberkan Fakta Sebaliknya: Menikahlah
TONTON JUGA
Soeripto menganggap pihak kepolisian tak seharusnya merilis atau mengumumkan hasil operasi penyelidikan.
Ia menilai pengumunan tersebut dapat dilakukan apabila enam tersangka dalam kasus perencanaan pembunuhan dan kepimilikan senjata ilegal (senpi) itu sudah benar-benar terbukti terlibat.
"Dan enggak usah diumumkan, enggak usah dirilis langsung saja, nanti setelah hasilnya ternyata yang bersangkutan terbukti atau punya indikasi kuat melakukan pembunuhan, baru diumumkan," tutur Soeripto.
"Jangan baru sebelum operasi sudah diumumkan oleh Kapolri," ucapnya.
• Vincent Raditya Ngadu Duga Ada Pihak yang Tak Suka Dirinya, Menkominfo Bahas Penutupan Kanal YouTube
• Atta Halilintar Pajang Video Nagita Bela Raffi Ahmad Saat Dibawa Paksa 4 Pria: Berantem Sama Polisi?
Soeripto menganggap pengumuman sebelum dilakukan penyeledikan mendalam dapat membangun sebuah opini di masyarakat.
Tak cuma itu langkah Tito Karnavian juga dinilai Soeripto tidak baik dan tidak mendidik masyrakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.