Probosutedjo Meninggal Dunia

Begini Hubungan dengan Soeharto, Probosutedjo: Wong Ndeso Tapi Tidak Ndesani

Hingga akhirnya Probosutedjo mengulang ingatannya bahwa sosok Soeharto pernah ke rumah kami, tapi jarang sekali.

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Kurniawati Hasjanah
Kolase TribunJakarta.com
() 

"Banyak orang menyangsingkan status saya sebagai adik Mas Harto. Berbagai suara menyebutkan saya hanya sudara jauh. Bahkan ada yang mengatakan saya tak lebih dari saudara tiri yang tak ada hubungan sedarah sama sekali. Malah ada juga yang menduga, jangan-jangan saya malah bukan siapa-siapanya Mas Harto," ungkapnya saat itu.

Namun sosok Probosutedjo selalu tersenyum menghadapi isu itu.

Baca: Grab Akuisisi Uber, Supir Sampai Jasa Pelayanan Bakal Imigrasi

"Mas Harto, atau Soeharto, Presiden RI ke-2, adalah saudara kandung. Anak yang terlahir dari rahim Ibu yang juga mengandung saya. Seseorang yang bukan saja menjadi dekat fisik, tapi juga batin," tukasnya.

Baginya, Soeharto dengan dirinya memiliki perbedaan karakter yakni Soeharto dikatakan sebagai batu karang yang kukuh dan diam.

Sementara dirinya merupakan gelombang yang menghempas-hempas. Namun, dasar nurani keduanya memiliki warna yang nyaris sama.

Probosutedjo menegaskan sebuah wadah awal kehidupan berhasil menjadikan keduanya pribadi dengan keyakinan karakter diri dan teguh mengarahkan langkah di kondisi apapun.

Sosoknya pun menjelaskan kalau orang tua dan budaya masa kecilnya mengajarkan bagaimana pikiran, hati, kedua kaki dan sepasang tangan harus bergerak mengiringi melodi kehidupan.

"Susah, senang, di atas, di bawah, kami harus menjadi orang-orang yang menghargai kehidupan. Kami adalah anak-anak dusun. Wong ndeso. Tapi tidak ndesani," tegasnya.

Baca: Harga Cabai ‎di Pasar Slipi Mulai Turun dari Rp 70 ribu per Kilogram Jadi Rp 45 ribu per Kilogram

Sementara berdasarkan penelusuran TribunJakarta.com, sosok Probosutedjo sempat mengatakan kalau sosok Presiden yang berkuasa sekitar 32 tahun tersebut dikenal pelit oleh sang adik.

Dalam buku Off The Record karya Suryadi AP, wartawan pernah menanyakan perihal sosok Soeharto kepada sang adik, Lurah Noto dan Probosutedjo.

Saat itu Probosutedjo mengatakan sosok Soehato yakni pelit apabila berurusan dengan duit.

"Ya nuwun sewu, Pak Harto itu agak pelit. Pernah suatu hari berkunjung ke desa ini Pak Harto membagi-bagikan uang Rp 5.000-an. Saya kaget dan berpikir uang Rp 5.000 dapat apa? Lalu saya tambahi dari dompet pribadi sehingga masing-masing warga desa dapat Rp 15 ribu," ujar Probosutedjo.

"Sebelum Pak Harto jadi Presiden saya sudah jadi orang bisnis, wajar kalau punya uang," ujar Probo.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved