Fakta Ledakan di Kebayoran Baru: Kronologi, 2 Orang Luka-luka dan Beradius Hingga 30 Meter
"Mereka memang mencoba untuk melarikan diri, lukanya terjadi saat ledakan. Banyak pecahan beling," bebernya.
Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Muhammad Zulfikar
Unit Penjinak Bom (Jibom) Gegana Polda Metro Jaya menyisir lokasi kejadian pada Kamis (12/7/2018).
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar menyatakan, Jibom juga menstrerilisasi lokasi itu.
Sebelum diketahui bahwa ledakan tersebut berasal dari tabung gas, masyarakat sekitar mengira ledakan itu merupakan bom.
• Marak Tudingan Pelanggaran HAM di Era Orde Baru, Tommy Soeharto: Kenapa Gak Diungkap?
Usai diperiksa oleh Gegana, polisi menyebut ledakan berasal dari tabung gas.
Indra menegaskan, penyebab ledakan bukan dari bom.
"Dipastikan bukan karena bom," tutur Indra.
3. Puslabfor turun tangan
Tim Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Polri datang ke tempat kejadian untuk menganalisis dan mandalami peristiwa yang terjadi.
"Memang SOP-nya setelah Jibom melakukan penyisiran, sterilisasi kemudian dilimpahkan ke Puslabfor," terang Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Indra Fajar kepada wartawan pada Kamis (12/7/2018).
Kombes Indra menegaskan sumber ledakan adalah tabung gas berukuran 12 kilogram yang bocor.
"Kebocoran itu sudah terakumulasi di dalam kemudian dipicu percikan api, muncul api sehingga terjadi ledakan," kata dia.
4. Periksa 5 Saksi
Polisi memeriksa lima saksi guna dimintai keterangan terkait peristiwa ledakan tabung gas tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar mengatakan, lima saksi tersebut adalah orang yang berada di lokasi, ketika peristiwa ledakan tersebut berlangsung.
"Iya lima saksi, jadi tiga saksi merupakan penjaga gedung yang meledak tersebut, kemudian dua lagi ini pedagang yang ada di depan lokasi," ucap Indra di Grand Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/7/2018).
• Jadi Artis Terkenal dan Punya Bisnis, Prilly Latuconsina Bongkar Alasannya Tetap Kuliah