Breaking News:

6 Fakta Bayi Tewas di Dalam Jok Motor, Dapat Obat Aborsi dari Bidan Hingga Alasan Orang Tua

"Saya tidak tega, saya tidak tega ketika melihat wajah anak saya. Ketika saya gendong tangannya bergerak. Saya benar-benar menyesal," paparnya.

surya/danendra kusumawardana
Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata dan pelaku Dimas Sabhra Listianto menunjukan jok motor tempat menaruh bayi, Selasa (14/8/2018) 

Karena situasi itu, Dimas tak dapat berpikir panjang.

Palestina Taklukkan Indonesia 2-1, Luis Milla Ungkapkan Indonesia Sempat Bermain Lebih Bagus

Melihat kekasihnya tergolek lemas dan tak kuasa menggendong bayi itu, sementara ia juga merasa tak mampu ketika menggendong bayi tersebut sambil mengemudi di jalanan Pacet lumayan berkelok, bayi itu pun diletakkannya dalam jok motor.

"Ketika proses aborsi tidak ada orang yang tahu karena jalanan dan villa sepi. Tidak tahu orang-orang kalau kami telah melakukan aborsi," terangnya.

4. Peroleh Obat Aborsi dari Bidan di Aceh

Dari informasi yang didapat dari pihak kepolisian, sebelum menggugurkan bayinya, Dimas Sabhra Listianto memesan obat penggugur janin di salah satu bidan.

"Bidan tersebut bertugas di Aceh. Obat tersebut dikirim melalui pos dan sampai di tangan pelaku pria 2 minggu sebelum menggugurkan janin," kata Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP M Sholikhin Fery.

Selang 2 minggu, mereka menginap di villa Pacet. Di sana CC menenggak obat itu sebanyak 5 butir pukul 21.00.

"Saat lahir, bayi tersebut rupanya masih hidup," jelas Fery.

Mereka pun kalut dan kebingungan melihat bayi tersebut masih hidup. Kedua pasangan itu pun tak tega melihat bayi itu lalu membawanya ke puskesmas Gayaman.

"Karena mungkin mereka bingung pada waktu itu serta tak ingin ketahuan oleh warga maupun pengendara motor, bayi tersebut di masukkan kedalam jok motor NMAX merah dengan Nopol W 3192 AT. Kami terus mendalami untuk kepastiannya mengapa mereka tega memasukkan bayi kedalam jok," pungkas Fery.

5. Sang Ibu Sempat Melarikan Diri

Pil penggugur kandungan didapatkan Dimas, ayah bayi tewas setelah ditaruh jok motor, dari bidan yang bertugas di Aceh.

Dimas membeli 5 butir Pil penggugur janin tersebut dengan harga Rp 500.000. Barang tersebut dikirim melalui pos.

"Saya membeli obat itu memakai uang pribadi. Barang itu datang 2 minggu sebelum melakukan aborsi," ujar Dimas, Rabu (15/8/2018).

Setelah pil didapat, sejoli itu pun menyewa villa di kawasan Pacet, Mojokerto, Minggu (12/8/2018).

Lalu obat penggugur tersebut pun ditenggak oleh Cicik pukul 21.00 Minggu (12/8/2018). Cicik meminum 5 butir pil tersebut secara bertahap.

"Cicik meminum obat itu setelah makan. Pertama minum 3 butir. Tiga jam selanjutnya dia meminum dua butir.

ASN Pemkot Bekasi Mengaku Diperintah Atasan Hentikan Pelayanan, Ini Rekomendasi Ombudsman

Obat itu ditenggak dengan cara diemut seperti permen. Ketika minum saya dan cicik dikasih arahan sama bidannya melalui ponsel," jelasnya.

Selang 12 jam pada Senin (13/8/2018) sekitar pukul 10.00 obat itu bereaksi bayi laki-laki yang dikandung Cicik pun lahir.

Namun, mengetahui bayi itu masih hidup, Dimas pun panik. Di tengah kekalutan, kedua pasangan itu pun tak tega melihat wajah bayi lalu membawanya ke puskesmas Gayaman.

Sesampainya di Puskesmas Gayaman, bayi tersebut diperika oleh bidan dan dinyatakan kritis.

Lalu pihak Puskesmas Gayaman merujuk Bayi itu ke RS Gatoel.

Namun, nyawa bayi tersebut tak dapat tertolong.

Leonardus mengatakan, pelaku wanita sempat melarikan diri. Tetapi pihak kepolisian dengan cekatan berhasil menangkap pelaku.

"Saat ini pelaku perempuan masih di rawat di Rumah Sakit," pungkasnya.

Pihak kepolisian menyita barang bukti berupa STNK, motor Nmax merah dengan W 3192, pakaian untuk membungkus bayi, bungkus obat penggugur janin, dan gawai.

"Sementara ini tersangka dikenakan Pasal berlapis 77a Ayat 1 untuk aborsi serta 80 Ayat 3 dan 4 tentang kekerasan anak," pungkasnya.

6. Satu Tahun Pacaran

Dimas Sabhra Listianto (21) telah setahun memadu kasih dengan Cicik (21). Kisah cinta mereka bermula ketika Dimas dikenalkan oleh teman Cicik saat mengikuti tes masuk kepolisian di Jakarta.

"Cicik itu temannya dia (teman Cicik). Lalu dikenalkan kepada Cicik," terangnya.

Selama satu tahun itu pula, Cicik dan Dimas sering menyewa villa untuk berbuat hubungan layaknya suami istri. Hingga akhirnya Cicik pun hamil.

"Saya telah melakukan hubungan badan sebanyak tujuh kali," akunya.

Viral Anggota Paskibra Siska Susanti Meninggal Dunia Usai Latihan Baris-berbaris

Hubungan antara Dimas dan Cicik pun telah diketahui oleh pihak keluarga. Namun, soal bayi yang dikandung Cicik mereka tutup rapat-rapat.

"Saya tidak bilang kalau Cicik hamil ke orangtuanya," kata Dimas saat ditemui Surya.co.id di Mapolres Mojokerto, Rabu (15/8/2018).

Terkait alasan tidak memberitahu orangtua bhawa Cicik hamil, Dimas mengakut takut dimarahi dan membuat malu orang tuanya.

Agar aib tersebut tidak diketahui keluarganya, Cicik mengenakan pakaian berukuran besar ketika di rumah.

"Perut Cicik yang saat itu sedang hamil tak terlihat karena memakai baju size besar dan menggunakan hijab. Selain itu badan Cicik agak gemuk jadi bisa menyamarkan,'' jelas Dimas. (TribunJakarta.com/Surya.co.id)

Penulis: Erik Sinaga 2
Editor: Widie Henaldi
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved