OTT Saber Pungli SIM: Ulah Oknum PNS dan Perwira, Barang Bukti Rp 71 Juta, Kapolres Harus Dipecat

"Kapolres Kediri tidak hanya dicopot dari jabatannya tapi harus diproses hukum di pengadilan," ucapnya saat dihubungi SuryaMalang.com

Penulis: Erik Sinaga 2 | Editor: Erik Sinaga
didik mashudi
SARANG PUNGLI - Antrean masyarakat yang menunggu giliran mendapatkan SIM di Satpas Polres Kediri 

Usai OTT, Petugas Satpas Dipermudah

Setelah operasi tangkap tangan (OTT) Tim Saber Pungli Mabes Polri di Satpas Polres Kediri, petugas yang melayani SIM menjadi lebih ramah dan peduli kepada para pemohom SIM.

Termasuk saat melakukan ujian tulis dan praktik, para pemohon SIM sekarang lebih dipermudah dibanding sebelum ada OTT Saber Pungli.

Klasemen Sementara Rabu Pagi: Indonesia Masih di Posisi 5 Koleksi 12 Medali, Lampaui Catatan Sejarah

Djoko Santoso Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi: Mantan Panglima yang Pernah Ingin Jadi Presiden

Elektabilitas Jokowi Turun Gara-gara Maruf, Begini Pembelaan Tim Kampanye

"Kayaknya sekarang ada perubahan yang drastis, petugasnya lebih ramah-ramah dan lebih care kepada pemohon SIM," ungkap Siti, salah satu pemohon SIM kepada SuryaMalang.com, Selasa (21/8/2018).

Meski harus tetap antre sekitar dua jam, petugas juga banyak membantu. Sebelum ada OTT, petugas terkesan mempersulit masyarakat untuk mendapatkan SIM.

Untuk ujian tulis dan ujian praktek saja harus diulang sampai beberapa kali.

"Saya ujian praktek dua kali baru lulus, sekarang tinggal tunggu pemotretan," tambahnya.

Ungkapan senada dikemukakan Eko, pemohon SIM yang mengaku banyak terbantu petugas saat mengikuti ujian praktik. Karena ujian praktiknya telah diloloskan petugas sehingga tinggal menunggu pemotretan.

"Ini ujian praktek kedua. Ujian pertama gagal, tapi ujian sekarang lolos," ujarnya.

Sejak awal Eko memang berniat mengurus SIM sendiri tidak lewat calo. Apalagi sebelumnya telah ikut kursus ujian praktik kepada petugas Babinkamtibmas di desanya.

"Mudah-mudahan seterusnya masyarakat dipermudah mendapatkan SIM. Apalagi sekarang cegatan (razia) sering dilakukan petugas," ujarnya.

Sebagian Merasa Kewalahan Tanpa Calo

Namun tidak adanya calo di Satpas SIM Polres Kediri justru dikeluhkan Ny Arin, karena dia harus bolak balik antre mengikuti ujian tulis dan praktek.

"Ini mau cari SIM A, harus antre lagi. Saya khan harus mengajar sehingga waktu saya terbatas," ungkap perempuan yang menjadi guru itu.

Semula Ny Arin, melalui rekannya diberitahu mencari SIM A melalui jalur cepat lewat calo sehingga hanya sekali datang sudah dapat SIM. Waktu itu diberitahu tarifnya sekitar Rp 700.000.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved