Polemik Wagub DKI Tambah Panas, Sandiaga Pede Hingga Gerindra Minta PKS Tak Berkoar

Gerindra klaim menahan diri soal posisi cawagub DKI Jakarta, tapi tidak dengan PKS yang minta kejelasan lebih cepat. Ancaman PKS merongrong koalisi.

TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Calon wakil presiden Sandiaga Uno dan Presiden PKS Sohibul Iman di Adin House, Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu (20/10/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Buru-buru Partai Gerindra bereaksi setelah ada ancaman nyata Partai Keadilan Sejahtera (PKS) jika kursi wakil gubernur DKI Jakarta tak kunjung jatuh ke tangan mereka. 

Ancaman tersebut keluar menanggapi alotnya pembahasan soal kursi wagub DKI Jakarta yang ditinggal Sandiaga Uno sejak resmi mundur dan memilih sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto.

DPW PKS DKI Jakarta terang-terangan akan mematikan mesin partai dengan tak mendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

TribunJakarta.com mencoba menghimpun alotnya kandidat cawagub DKI Jakarta, PKS sudah lebih dulu mengajukan dua nama, reaksi DPP Gerindra dan cawapres Sandiaga Uno dan imbasnya pada Koalisi Indonesia Adil Makmur. 

PKS ancam matikan mesin 

Koalisi Indonesia Adil Makmur menghimpun partai politik pendukung Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019, terdiri dari Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi dua hari belakangan terus menagih kejelasan posisi wagub DKI Jakarta. 

Belakangan karena pembahasan ini alot, terdengar suara sumbang dari kader-kader di tingkat DPW PKS dan ranting se-Jakarta soal kans partai kader ini mendapat kursi wagub DKI Jakarta.

"Khususnya di DKI kader di bawah sudah komentar. Misalnya, 'udah urusan presiden biar diurus Gerindra'. Itu kan udah risih namanya," kata Suhaimi di Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat, Senin (29/10/2018).

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah menyerahkan pergantian kursi wagub DKI Jakarta kepada Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik.

Prabowo menyebut M Taufik berhak menentukan nama pengganti Sandiaga Uno di Pemprov DKI.

"Biar dijelaskan sama Gerindra, apa maksudnya diserahkan itu. Kalau kita masih berpegang kepada itu, komitmennya itu kan diserahkan kepada PKS, dan itu kepada petinggi PKS loh, bukan kepada kita. Kita berpegang itu," tutur Prabowo waktu itu.

Terkait hal tersebut, Suhaimi mengatakan PKS akan terus berkomitmen mengenai hasil komunikasi tingkat pusat tersebut.

Sebagai bentuk komitmen itu, PKS akan terus menagih janji kepada Gerindra. Salah satunya dengan meminta Partai Gerindra segera menandatangani kesepakatan pengusulan dua nama yang berasal dari kader PKS.

"Kita menagih janji Gerindra. Kecuali udah kami batalin, kalau Prabowo mau sampaikan itu. Kita menerima berita dari pusat. Pak Prabowo sudah serahkan kepada kita," kata Suhaimi.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved