Polemik Wagub DKI Tambah Panas, Sandiaga Pede Hingga Gerindra Minta PKS Tak Berkoar
Gerindra klaim menahan diri soal posisi cawagub DKI Jakarta, tapi tidak dengan PKS yang minta kejelasan lebih cepat. Ancaman PKS merongrong koalisi.
Penulis: Yogi Gustaman | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
DPD Gerindra DKI memutuskan nama Taufik sebagai kandidat wagub yang diusulkan menggantikan posisi Sandiaga.
Dalam pembahasan koalisi pilpres lalu disepakati kursi wagub DKI menjadi milik PKS. Pasalnya, Prabowo dan Sandi berasal dari Gerindra.
PKS meminta Partai Gerindra menepati janjinya soal kursi wakil gubernur DKI Jakarta.
Caranya yakni dengan menyetujui dan menandatangani surat berisi dua nama kandidat wagub DKI dari PKS, yakni Sekretaris DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu.
Cawapres Sandiaga angkat bicara menanggapi munculnya ancaman PKS yang akan mematikan mesin partai khusus untuk DKI Jakarta menyusul belum disepakatinya posisi cawagub DKI Jakarta.
Ia malah meyakini polemik penetapan cawagub DKI Jakarta antara Partai Gerindra dan PKS akan selesai.
Sandiaga merasa Gerindra dan PKS tetap solid mendukung Prabowo dan dirinya di Pilpres 2019.
"Saya yakin tidak ada masalah dan akan segera selesai. Tentunya kami solid," ujar Sandi di GOR Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (31/10/2018).
Hal itu disampaikan Sandi saat diminta tanggapan pernyataan Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi bahwa alotnya pembahasan soal wakil gubernur DKI dengan Partai Gerindra membuat kader kecewa.
Menurut Suhaimi, mesin partai untuk Pilpres 2019 bisa mati akibat hal ini.
Sandi menyinggung koalisi Gerindra dan PKS dalam empat tahun terakhir. Salah satunya, koalisi di Pilkada DKI yang memenangkan Anies Baswedan-Sandi.
"Gerindra dan PKS itu seperti saudara. Kami bersama-sama dalam empat tahun dan melewati turbulensi politik, kami tetap satu," ujar mantan Wagub DKI Jakarta itu.
Anggap PKS konsisten ganti presiden
Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan partainya meyakini PKS tidak akan mematikan mesin partainya pada Pemilihan Presiden 2019.
Sebab, Gerindra, PKS, PAN, dan Partai Demokrat berkoalisi karena sama-sama berkomitmen untuk mengganti presiden Republik Indonesia.
"Kami meyakini bahwa PKS tidak akan mematikan mesin partai karena kita komitmen mengganti presiden kan, melakukan perubahan, tentu kemudian akan berpikir yang lebih besar," ujar Andre saat dihubungi, Rabu (31/10/2018).
Juru bicara pasangan Prabowo-Sandiaga Uno itu menyampaikan, Gerindra dan partai koalisinya tetap berkomitmen akan memenangkan Prabowo dan Sandiaga pada Pilpres 2019.
Andre menyebut Gerindra dan para partai koalisi juga memiliki komitmen untuk memperbaiki kondisi perekonomian Indonesia, memperbanyak lapangan pekerjaan, hingga memastikan harga-harga bahan pokok tetap terjangkau bagi seluruh rakyat.
"Komitmen itu kami rasakan dan yakini akan tetap dipegang oleh PKS sehingga mesin politiknya tidak akan mati," kata Andre.
Ia pun ancaman PKS mematikan mesin partai pada Pilpres 2019 hanyalah komentar salah seorang kader, dan bukan sikap resmi partai.
Menurut dia pimpinan PKS tidak pernah menyampaikan komentar apa pun soal penghentian mesin partai.
"Kan kita masih bekerja, sampai sekarang lihat dong komentar dari pimpinan PKS, tidak ada komentar negatif, karena kita tahu bahwa kita itu sudah sehati, insya Allah tidak ada masalah," kata dia.
• Ajak PKS Ngopi Bareng, M Taufik Yakin 100 Persen Maju Jadi Cawagub DKI
• Ancaman Nyata PKS Jika Tak Dapat Wagub, Mesin Partai Mati Sampai Koalisi Indonesia Adil Makmur
• Tak Setuju M Taufik Maju, PKS: Perebutan Kursi Wagub DKI Ganggu Iklim Koalisi
Andre meminta semua pihak, khususnya kader DPW PKS DKI Jakarta, untuk tidak berkomentar negatif.
"Menyangkut wagub, mari semua pihak menahan diri. Kalau DPD Gerindra DKI kan sudah menahan diri, tidak berkomentar. Harapan kami DPW PKS DKI juga bisa menahan diri," ucapnya. (TribunJakarta.com/Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/sandiaga-uno-dan-sohibul-iman_20181020_111126.jpg)