Satu Keluarga Tewas

Terlalu Dekat Pintu Air, Jarak Pandang Gelap, dan Lumpur Jadi Hambatan Proses Pencairan Linggis

"Kami terbentur dengan pintu air, jadi terlalu dekat dengan pintu air sehingga kita tidak bisa bertahan lama di bawah," kaya Ketut.

Terlalu Dekat Pintu Air, Jarak Pandang Gelap, dan Lumpur Jadi Hambatan Proses Pencairan Linggis
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Iptu Ketut Suwastika penyelam Ditpolair Polda Metro Jaya usai melakukan operasi pencarian barang bukti kasus pembununan satu keluarga. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, CIKARANG - Proses pencarian barang bukti linggis kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi yang dibuang di Kalimalang dekat Jembatan Tegal Danas, Cikarang Pusat dihentikan, Sabtu (17/11/2018).

Penyelam dari Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Metro Jaya mengalami sejumlah kendala diantaranya arus Kalimalang yang kian deras sehingga membahayakan penyelam.

Iptu Ketut Suwastika salah satu penyelam mengatakan, selain arus yang sagat deras, kendala lain yakni posisi dibuangnya barang bukti linggis yang ditunjukkan pelaku Haris Simamora berada dekat dengan pintu air.

"Kami terbentur dengan pintu air, jadi terlalu dekat dengan pintu air sehingga kita tidak bisa bertahan lama di bawah," kaya Ketut.

Selain itu kata dia, kondisi air Kalimalang sangat keruh sehingga menyulitkan penyelam saat pencarian. Peyelam saat di dasar sungai hanya bisa meraba karena jarak pandang gelap.

Fahri Hamzah Sebut Jokowi Santai karena Tak Ditantang dan Minta Prabowo Berani Tampil

Bangun Saringan Jumbo Hingga Siagakan 7.000 Personel Gabungan Antisipasi Banjir di Jakarta

Ditambah kata dia, kondisi dasar sungai Kalimalang juga terdapat lumpur yang cukup tebal. Kedalaman kata Ketut diperkiran sekitar lima meter.

"Memang posisi di bawah lumpur cukup bervariasi hampir seperti di sawah, jadi kendala itu ada arus, lumpur, dan pintu air terlalu rapat, jadi kita jaga keselamatan anggota, jangan sampai di bawah kebentur pintu air," jelas dia.

Sejauh ini, pihaknya juga masih akan menunggu perintah lanjutan, jika proses pencarian dilakukan kembali, tim penyelam siap diterjunkan.

"Hari ini karena perkembangan tadi tambah sore tambah deres, nanti nunggu perintah dari komandan di Polda, nanti kita yang jelas secara teknis kita siap saja lakukan penyelaman," katanya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved