Polsek Ciracas Dibakar
Tukang Parkir Berulah, Perabotan dan Rumah Orangtua Hancur Hingga Minta ini ke Panglima TNI
Dagangan, perabotan, lemari hingga televisi hancur di rumah orangtua tukang parkir Iwan Hutapea, satu dari lima orang yang keroyok anggota TNI.
Rak-rak kaca serta lemari pendingin minuman untuk menaruh barang dagangan rusak dan kacanya pecah oleh balok.
Di dalam rumah lemari di ruang tamu dirubuhkan dan dirusak, beberapa barang pecah dan kaca berserakan.
Televisi berukuran 16 inci pun pecah layarnya.
Lemari di kamar yang sebelumnya terkunci, tampak menganga. Terlihat bekas congkelan.
Kipas angin di kamar tidur berwarna putih dindingnya pun juga dirusak.
"Minta diganti modalnya. Satu perabotan enggak ada utuh. Semua dihancurin. Masa alat masak nasi makanan dihancurin semua," kata dia.
• Sederet Fakta Polsek Ciracas Dibakar: Dipicu Tukang Parkir Keroyok Anggota TNI AL dan AD
• UPDATE: Kapolsek Ciracas Pingsan Kena Pukul Hingga Massa Sempat Ngopi di Warung Pinggir Polsek
• Jelang Ahok Bebas 24 Januari, Sang Adik Minta Doa dan Beberkan Harapannya
Tetangga diminta tutup pintu
Pada Selasa malam, dari kejauhan terdengar suara ribut yang meminta sejumlah warga di sekitar rumah Holuan Hutapea untuk segera masuk dan menutup pintu rumah mereka.
"Jadi jarak sekira 100 meter mereka datang dan menyuruh tetangga sekitar sini masuk rumah. Mereka bawa kayu dan besi," terang Holuan Hutapea.
Tak lama berselang, raut wajah Holuan Hutapea tiba-tiba berubah.
Ia ketakutan saat menceritakan rumahnya didobrak dan diobrak-abrik oleh puluhan orang tersebut.
"Sampailah mereka di depan saya dan bertanya apa benar ini rumah Iwan, lalu saya jawab iya. Setelah itu, mereka langsung memaksa saya masuk (ke rumah tetangga di depan rumahnya) lalu mendobrak pintu dan mengobrak-abrik seisi rumah saya," kata dia.

Sekitar 10 menit lamanya, puluhan orang itu mengobrak-abrik rumah milik Holuan Hutapea untuk mencari Iwan.
Tak hanya perabotan rumah tangga dan barang elektronik yang rusak, warung milik Holuan Hutapea pun turut menjadi sasaran amuk massa.
Setelah tak berhasil menemukan Iwan, puluhan orang tersebut langsung pergi meninggalkan rumah Holuan dalam keadaan berantakan.