Polsek Ciracas Dibakar

Tukang Parkir Berulah, Perabotan dan Rumah Orangtua Hancur Hingga Minta ini ke Panglima TNI

Dagangan, perabotan, lemari hingga televisi hancur di rumah orangtua tukang parkir Iwan Hutapea, satu dari lima orang yang keroyok anggota TNI.

Editor: Y Gustaman
Kompas.com/Dean Pahrevi
Lemari pendingin minuman dagangan Holoan Hutapea dan Surta, orangtua salah satu juru parkir pertokoan Arundina, Ciracas, Jakarta Timur, rusak dihancurkan puluhan orang yang mencari anak mereka pada Selasa (11/12/2018) malam. Foto diambil pada Rabu (12/12/2018). 

"Setelah mereka pergi saya baru berani keluar. Takut saya taku sekali, apalagi di rumah itu saya hanya tinggal berdua bersama istri," ucap dia.

Didatangi puluhan orang 

Holuan Hutapea masih sangat terguncang, kaget, atas apa yang menimpa rumahnya malam itu. 

Ia bercerita kepada TribunJakarta.com dengan nada pelan, puluhan orang tak dikenal dalam rentang waktu 10 jam mendatangi rumahnya.

"Pertama datang pukul 12.00 WIB, ada enam orang datang nyari anak saya. Kemudian terakhir sekira pukul 22.00 WIB, datang lagi 40 orang," ucap Holuan Hutapea.

"Kalau yang kedua dan ketiga saya lupa berapa orang dan jam berapa," tambah dia.

Ketika puluhan orang datang ke rumahnya, Holuan Hutapea sedang berbincang bersama para tetangganya di depan rumah.

Kediaman Holuan Hutapea (63) orangtua Iwan terduga pelaku pengeroyokan anggota TNI di Arundia, Ciracas, Jakarta Timur. Dirinua tak menyangka, puluhan orang tak dikenal (OTK) menyatroni rumahnya untuk mencari anaknya Iwan.
Kediaman Holuan Hutapea (63) orangtua Iwan terduga pelaku pengeroyokan anggota TNI di Arundia, Ciracas, Jakarta Timur. Dirinua tak menyangka, puluhan orang tak dikenal (OTK) menyatroni rumahnya untuk mencari anaknya Iwan. (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI)

Holuan mengaku setelah pengeroyokan Senin sore itu, Iwan sempat pulang ke rumah.

"Setelah kejadian, dia sempat pulang ke sini, tapi enggak lama," ucap Holuan Hutapea.

Iwan sempat terlibat cekcok dengan kakaknya lantaran saudara kandungnya itu menceritakan kejadian yang menimpa dirinya.

"Dia sempat marah karena kakaknya ngasih tahu ibunya kalau dia habis ngeroyok tentara," beber dia.

Tak lama berselang, Iwan langsung meninggalkan rumah tanpa berkata sepatah kata pun dan hingga saat ini tidak dapat dihubungi.

"Sejak peristiwa itu dia susah dihubungi, nomor ponselnya tidak aktif lagi, enggak tahu kemana," ujarnya.

Pihak keluarga pun sudah mencoba mencari Iwan ke beberapa rumah saudara terdekat.

Hingga kini belum dikatahui dimana keberadaan anak terakhir dari lima bersaudara tersebut.

"Tadi keluarga sempat nyari ke daerah Citayam, ke rumah saudara di sini, tapi enggak ada ternyata," beber Holuan. (TribunJakarta.com/Tribunnews.com/Warta Kota)

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved