Pilpres 2019

Debat Perdana Capres-Cawapres 2019 Diperkirakan Bakal Dihadiri 5 Ribu Orang

Panitia penyelenggara Debat Perdana Capres-Cawapres 2019, akan menyediakan layar besar untuk para pendukung kedua paslon di Hotel Bidakara.

Tayang:
Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Suasana Ruangan Birawa Assembly Hall di Hotel Bidakara, jelasng berlangsung Debat Perdana Capres-Cawapres 2019. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Panitia penyelenggara Debat Perdana Capres-Cawapres 2019, akan menyediakan layar besar untuk para pendukung kedua paslon di Hotel Bidakara.

Debat sendiri, baru akan dimulai pukul 20.00 WIB di Ruangan Birawa Assembly Hall di Hotel Bidakara, Tebet, Jakarta Selatan.

Sejumlah stasiun televisi seperti Kompas TV, Trans 7, dan TVRI akan menyiarkan acara debut secara langsung.

Rita Sales Manager Hotel Bidakara sekaligus panitia acara debat tersebut menuturkan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan pihak keamanan perihal fasilitas layar tersebut.

"Layar besar untuk para pendukung kedua paslon pasti juga ada izin dari pengelola Bidakara, sedang koordinasi untuk persiapan di dalam dan di luar," ucap Rita dikonfirmasi, Kamis (17/1/2019).

Rita menuturkan, diprediksi akan ada lima ribu pendukung dari kedua paslon yang akan hadir di Hotel Bidakara untuk menyaksikan debat tersebut.

"Perkiraan pendukung kedua paslon yang hadir ada sekitar limar ribu, jika tidak ada halangan kami akan menggelar acara nonton barang di luar," papar Rita.

Rocky Gerung Bahas Pelanggaran HAM Jelang Debat Capres, Karni Ilyas Justru Dibuat Heran Boni Hargens

Terkuak, Vanessa Angel Sebarkan Foto & Video Panasnya Sendiri ke Muncikari

Rita menjelaskan, kapasitas dari Ruangan Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara sendiri berkapasitas 500 hingga 600 orang.

Masing-masing pendukung dari kedua paslon, akan mendapatkan 100 undangan untuk bisa masuk ke dalam ruangan debat.

"Kapasitas di dalam 500 hingga 600 orang, dua kubu masing-masing mendapatkan 100. Ada undangan juga untuk Menteri, Duta Besar, dan juga untuk yang lainnya," ucap Rita.

Suasana Ruangan Birawa Assembly Hall di Hotel Bidakara, jelasng berlangsung Debat Perdana Capres-Cawapres 2019.
Suasana Ruangan Birawa Assembly Hall di Hotel Bidakara, jelasng berlangsung Debat Perdana Capres-Cawapres 2019. (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Panas Jelang Debat

Rocky Gerung membahas soal pelanggaran HAM jelang debat capres 2019 dalam acara acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne, Selasa (15/1/2019).

Dalam acara tersebut, Rocky Gerung bahkan membuat sebuah simulasi.

Namun, simulasi debat capres soal HAM yang dibuat Pengamat Politik Rocky Gerung dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne dihentikan presenter Karni Ilyas.

Menurutnya, simulasi yang dibuatnya penting bagi publik untuk membayangkan seuatu yang mungkin tidak akan disaksikan dalam debat capres 2019 besok.

"Ini supaya publik bisa membayangkan sesuatu yang mungkin tidak akan dia saksikan dalam debat," ujar Rocky Gerung.

Dalam simulasinya itu, Rocky Gerung membahas tentang pelanggaran HAM.

Rocky Gerung menyebut dirinya sebagai panelis dalam simulasi tersebut.

Lantas, Rocky Gerung melontarkan pertanyaan kepada calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)

Rocky Gerung dan Boni Hargens di acara ILC TVOne
Rocky Gerung dan Boni Hargens di acara ILC TVOne (Youtube/ Indonesia Lawyers Club TV One)

Rocky Gerung yang seolah menjadi panelis itu bertanya kepada Jokowi apakah calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto pelanggar HAM?

Menurut dia, publik ingin pertanyaan tersebut dilontarkan oleh panelis.

Namun, lanjutnya, panelis tidak bisa mengucapkannya lantaran hanya sebatas membuat pertanyaan.

"Dan akan diundi, sangat mungkin pertanyaan itu tak terundi karena tidak dibuat," terang Rocky Gerung.

"Tapi demi keadilan logika sekarang pasti kalau saya tanyakan itu Pak Jokowi apakah Pak Prabowo terlibat dalam pelanggaran HAM?" tambah Rocky Gerung.

Ivan Kolev Bakal Bernostalgia dengan Bambang Pamungkas di Persija Jakarta

Beberkan Penghasilannya dari YouTube dalam Sebulan, Sule: Motor Sih Enam Bisa

Kepincut Jadi Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham Diduga Terima Suap Rp 2,25 Miliar

Pelican Crossing Margonda Tak Berfungsi Pada Pukul 15.000 WIB-18.00 WIB

"Bayangkan kegugupan Pak Jokowi untuk menjawab pertanyaan itu, tapi saya tau saudara-saudara bisa bantu Pak Jokowi untuk jawab itu ada tiga orang, kira-kira apa jawabannya," masih kata Rocky Gerung.

Mendengar hal tersebut Direktur Lembaga Pemilih Indonesia Boni Hargens justru bertanya balik kepada Rocky Gerung.

Boni Hargens bertanya soal pengusutan tentang tindakan penculikan dan penghilangan pada peristiwa 1989.

"Anda punya infoprmasi ga tentang kasus ini bahwa sudah ada investigasi resmi dan nama beliau ada di dalam daftar itu," kata Boni Hargens.

TONTON JUGA:

Boni Hargens pun Rocky Gerung memaksanya untuk mewakili seolah menjadi Jokowi dan menjawab pertanyaannya.

Ia juga menyoroti tentang pertanyaan yang diajukan Rocky Gerung.

"Ini dia memaksa kita untuk mewakili seolah-olah menjadi Presiden Jokowi menjawab pertanyaannya, yang pertantyaannya buat saya pertanyaan anak SD," tuturnya.

Kemudian, Karni Ilyas nampak hendak menghentikan simulasi tersebut.

"Saya mau setop simulasi itu. Gak pake simulasi," kata Karni Ilyas.

Sakit Hati Motor Digadai, Suami Tega Bacok Istri Hingga Nyaris Tewas

Kwartir Pramuka Jakarta Timur Targetkan Juara Jota Joti 2019

Proses Identifikasi Diduga Korban Lion Air PK-LQP Dimulai Kembali, Ini Faktanya

300 Mitra Gojek Kumpulkan Donasi untuk Bantu Korban Tsunami di Banten dan Lampung

Namun Boni Hargens justru tidak masalah bila simulasi tesebut dilanjutkan.

"Gapapa bang," kata Boni Hargens.

"Gak perlu," timpal Karni Ilyas.

Saat itu, Boni Hargens pun langsung memberikan pernyataan yang nampak  membuat Karni Ilyas heran.

"Misalnya ini ga boleh interupsi nih bang dan ini forum buat oposisi, jangan pernah undang saya ke ILC. Ini kalau saya gaboleh interupsi," kata Boni Hargens.

Karni Ilyas sontak langsung merespons pernyataan Boni Hargens.

Dikatakan Karni Ilyas bahwa dirinya bukan bermaksud untuk menghentikan interupsi Boni Hargens.

Melainkan menghentikan simulasi debat capres 2019 yang dibuat Rocky Gerung.

"Kok Anda jawab begitu, yang mau saya stop dia (Rocky Gerung), simulasi dia," ujar Karni Ilyas.

Simak Videonya:

Ivan Kolev Bakal Bernostalgia dengan Bambang Pamungkas di Persija Jakarta

Sambil Kepalkan Tangan, Amien Rais Ingatkan KPU Bekerja Profesional: Awas Kalau Curang, Kita Gempur

Jokowi Bantah Lakukan Latihan Debat saat Bertemu 9 Ketua Umum Parpol Koalisi

Sakit Hati Motor Digadai, Suami Tega Bacok Istri Hingga Nyaris Tewas

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved