DBD Status Siaga, Warga Depok Mulai Terjangkit Penyakit Cikungunya

Meski sudah ada terjangkit, Novarita menuturkan jumlah penderita penyakit yang membuat penderitanya seperti lumpuh itu tak sebanyak DBD.

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Bima Putra
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita di Balaikota Depok, Senin (28/1/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Penyakit Cikungunya yang sejak awal tahun dikhawatirkan kembali menjangkiti warga Depok terbukti kembali terjadi 
meski sampai saat ini belum dipastikan berapa jumlah penderitanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok Novarita membenarkan penyakit yang menjengkiti ratusan warga di Kelurahan Meruyung tahun 2018 hingga ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) kembali terjadi.

"Sudah ada yang kena (Cikungunya). Untuk jumlah penderita sudah ada dan terus kita update, jadi yang kita antisipasi sekarang enggak hanya DBD (Demam Berdarah Dengue)," kata Novarita di Balaikota Depok, Senin (26/1/2019).

Meski sudah ada terjangkit, Novarita menuturkan jumlah penderita penyakit yang membuat penderitanya seperti lumpuh itu tak sebanyak DBD.

Perihal sebab, dia menjelaskan bahwa Cikungunya juga disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti, seperti DBD yang sudah menjangkiti ratusan warga Depok.

"Cikungunya sebabnya sama, dari gigitan nyamuk. Sama-sama dari Aedes Aegypti, makannya menjaga kebersihan itu penting. Pemberantasan sarang nyamuk lebih efektif dibanding fogging," ujarnya.

Pemkot Depok, lanjut Novarita kini telah menetapkan status siaga sebagai langkah mencegah bertambahnya penderita penyakit DBD.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan (P2P) Dinkes Depok Umi Zakiyati menjelaskan belum pernah ada kasus Cikungunya menyebabkan korban jiwa.

187 Pasien Dirawat karena DBD di Depok, Wakil Wali Kota Sarankan Pemberantasan Sarang Nyamuk

Jumlah Pasien DBD di RSUD Meningkat, Dinkes Pastikan Kota Bekasi Masih Berstatus Aman

"Sepengetahuan saya belum pernah ada kasus Cikungunya yang menyebabkan korban jiwa. Memang dampaknya membuat persendian nyeri atau lemas," jelas Umi.

Sebagai informasi, pertengahan Juni 2018 lalu wabah Cikungunya menjangkiti ratusan warga RW 05, 06, 07 Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo hingga membuat Kementerian Kesehatan turun tangan.

Untuk DBD, data teranyar Dinkes Depok mencatat ada 187 penderita yang dirawat di sejumlah Rumah Sakit di Depok, 133 penderita di antaranya warga Depok sementara 54 lain merupakan warga luar Depok.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved