VIDEO Melihat Wajah Terminal Terpadu Pulo Gebang di Jakarta Timur

Terminal Terpadu Pulo Gadung diresmikan sejak 28 Desember 2016 lalu dan merupakan salah satu terminal terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Seperti beberapa deret pertokoan yang nampak masih kosong, bau pesing di toilet, dan masih buruknya kondisi terminal dalam kota.

Bahkan, lantai 3 Terminal Terpadu Pulo Gebang ini belum dimanfaatkan sama sekali dan masih terlihat kosong.

"Pembangunan sebenarnya belum 100 persen, masih sekira 90 persen lah. Hanya tinggal dipercantik saja sih," ujarnya.

Terminal Terpadu Pulo Gebang
Terminal Terpadu Pulo Gebang (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

Dijelaskan Pinem, menurut rencana, lantai 3 tersebut akan dimanfaatkan sebagai area food court yang menjual beragam aneka makanan.

"Rencananya lantai 3 akan selesai akhir tahun ini, jalur pipa gas dan keramik baru akan kami pasang tahun ini," kata Pinem.

Selain itu, pemandangan berbeda juga sangat terasa di bagian terminal dalam kota.

Tak seperti di bagian terminal bus AKAP, pada bagian terminal dalam kota nampak tak terurus.

Meski beralas keramik sama seperti di bagian terminal bus AKAP, namun debu tebal terlihat di lantainya.

Belum lagi, tidak adanya pendingin ruangan yang menyebabkan terminal dalam kota ini terasa sangat panas pada siang hari.

Pemandangan kumuh juga terlihat di sepanjang lorong terminal dalam kota, dimana banyak para sopir angkutan kota (Angkot) yang nampak berbaring di lantai sambil asik menonton televisi.

Halaman
1234
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved