Pasien DBD di Sumba Timur Melonjak hingga 351 Orang, 9 di Antaranya Meninggal Dunia

351 pasien DBD yang ditangani di tiga RS, sembilan di antaranya nyawa tak bisa tertolong.

Tribunnews.com/net
Nyamuk demam berdarah 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

TRIBUNNEWS.COM, WAINGAPU - Wabah demam berdarah dangue (DBD) di wilayah Kabupaten Sumba Timur semakin darurat, pasalnya pasien yang menderita DBD terus meningkat tajam pada setiap hari.

Total hasil rilis dari tiga Rumah Sakit yang ada di Kota Waingapu yakni RSK Lindimara, RSU Imanuel Waingapu, dan RSUD Umbu Rara Meha Waingapu sejak dari tanggal 1 Januari 2019 sampai tanggal 13 Frebuari 2019 sudah mencapai 351 pasien DBD yang ditangani ketiga Rumah Sakit itu.

Dari total 351 pasien DBD yang ditangani tersebut, sembilan di antaranya nyawa tak bisa tertolong alias meninggal dunia dengan rincian enam orang pasien meninggal di RSUD Umbu Rara Meha, dan tiga orang pasien meninggal di RSK Lindimara Waingapu.

Pada, Senin (11/2/2019) malam Pasien DBD yang meninggal adalah seorang Balita Anastasia Clarita Ina (4), warga RT 03/RW 01 Kelurahan Lamba Napu, Kecamatan Kambera. Anak itu meninggal dunia saat menjalankan perawatan di RSK Lindimara Waingapu dan meninggal dunia, Senin (11/2/2019) malam hari. 

Baru berselang satu hari, Rabu (13/2/2019) DBD kembali merenggut lagi nyawa satu orang meninggal dunia. Pasien itu merupakan anak bayi baru berusia 12 bulan.

Berdasarkan surat Rujukan dari RSK Lindimara yang dikirim Direktur RSUD Umbu Rara Meha Waingapu Dr. Lely Harakai, M.Kes kepada POS-KUPANG. COM, melalui pesan Rabu (13/2/2019) sore, nama pasien yang meninggal dunia itu berdasarkan surat rujukan itu Umbu Fernandes.

Dr Lely mengatakan pasien anak itu baru berusia 12 bulan, dengan alamat Wara, Kelurahan Kamalaputi, Kecamatan Kota Waingapu, pasien anak itu dirujuk dari RSK Lindimara. Pasien anak itu diopname sejak tanggal 10 Frebuari 2019, kemudian dirujuk ke RSUD Umbu Rara Meha Waingapu pada tanggal 13 Frebuari 2019 dan meninggal dunia di ruang UGD RSUD itu pada pukul 14.45 Wita.

"Pasien berusia 12 bulan opname sejak tanggal 10 Frebuari, rujuk ke RSUD pada tanggal 13 Frebuari dan Meninggal dunia di ruang UGD pada pukul 14.45 Wita,"tulis Dr. Lely.

Pasien DBD yang masuk merawat di RSUD Umbu Rara Meha terus meningkat. Dimana sepanjang tahun 2019 sampai dengan, Selasa (12/2/2019) sebanyak 148 orang, namun bertamah menjadi 150 orang sampai, Rabu (13/2/2018).

Dr. Lely juga menjelaskan pasien positif DBD yang dirawat di RSUD tersebut dari tanggal 1 Januari 2019 sampai 13 Frebuari 2019 sebanyak 150 orang pasien DBD.

Dari total 150 orang pasien tersebut, sudah enam orang pasien DBD yang nyawanya tak tertolong alias meninggal dunia dimana pasien yang terakhir meninggal yakni pasien anak kecil asal Wara yang dirujuk dari RSK Lindimara itu.

Pasien DBD juga terus bertambah di RSU Imanuel Waingapu dari hari ke hari sepanjang tahun 2019.

Hingga kemarin 12 Frebuari 2019 sebanyak 102 orang, namun bertambah menjadi 105 orang sampai dengan, Rabu (13/2/2019).

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved