Pasien DBD di Sumba Timur Melonjak hingga 351 Orang, 9 di Antaranya Meninggal Dunia
351 pasien DBD yang ditangani di tiga RS, sembilan di antaranya nyawa tak bisa tertolong.
"Semua selamat, ada beberapa kasus sudah sampai perdarahan spontan dari saluran cerna (Hematochezia) dan perdarahan dari hidung ( Epistaksis) tetapi semua akhirnya membaik dan bisa pulang dengan sehat. Belum ada satu pun yang meninggal di RSU Imanuel,"ungkap Dr. Danny.
Pasien DBD juga terus meningkat di RSK Lindimara Waingapu, dimana sepanjang tahun 2019 sampai dengan 12 Frebuari 2019 sebanyak 88 orang pasien DBD. namun sampai dengan hari ini, Rabu (13/2/2019) pasien DBD terus meningkat menjadi 96 pasien.
Direktur RSK Lindimara Dr.Alhairani K.L.M.Mesa kepada POS-KUPANG. COM melalui pesan WatsApp, Rabu (13/2/2019) sore, mengatakan pasien DBD yang dirawat di RSK Lindimara terhitung dari tanggal 1 Januari 2019 sampai 13 Frebuari 2019 sebanyak 96 pasien.
Kata Dr. Alhairani, dari 96 pasien DBD itu, tiga diantaranya meninggal dunia. Pasien terakhir meninggal yaitu anak kecil bernama Anastasia Clarita Ina (4) warga Lambanapu, Kecamatan Kambera yang meninggal pada, Senin (11/2/2019) malam.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sembilan Pasien DBD di Sumba Timur Meninggal Dunia