Breaking News:

Ini Peran Perempuan Kasus Pembunuhan Pria dalam Karung di Bekasi

"Pintu dibukakan, kemudian korban langsung masuk ke dalam kamar, langsung mencari Wati dengan tujuan mengambil bayinya," katanya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Tersangka Wati saat digiring memasuki TKP pembunuhan di rumah kontrakan gudang arang di Jalan Caman Raya Utara, Bekasi, untuk melakukan rekonstruksi, Selasa, (12/3/2019). 

"Wati langsung mengambil bayi tersebut," kata Herman dalam rekonstruksi.

Mayat dalam Karung di Bekasi, Pelaku Gunakan Karung Beras Setelah Pukul Korban Pakai Tabung Gas 3 Kg

Ketika korban sudah tidak berdaya, pelaku Daeng lanjut memukul korban dengan tabung gas tiga kilogram sebanyak enam kali pada bagian kepala. Korban yang sudah tidak berdaya lalu diinjak pada bagian dada oleh pelaku Daeng sebanyak empat kali.

Setelah sudah dipastikan tewas, jasad korban lalu diseret ke dapur. Saat itu, Wati keluar dari dalam kamar dan mengambil dompet, dua charger, dua unit handpone, dua unit powerbank.

"Wati kembali membawa barang-barang tersebut kedalam kamar," ungkap Herman Edco.

Tersangka Daeng lalu keluar untuk mencari tali dan karung di gudang arang. Selanjutnya, jasad korban diikat pada bagian kaki dan kemudian dimasukkan ke dalam karung bekas beras.

"Daeng mengangkat tubuh korban ke gudang arang yang kosong lalu ditutupi lemari yang sudah rusak," tutur Herman dalam rekonstruksi.

Setelah itu, pelaku Daeng pamit kepada tersangka Wati untuk pergi mengojek pukul 20.00 WIB. Jasad korban dibiarkan begitu saja hingga pukul 02.00, Minggu (3/3/2019), tersangka kembali dan membawa dua kantung plastik besar berwarna hitam.

"Daeng ke dalam gudang dan memasukan mayat korban yang sudah terbungkus karung ke dalam plastik hitam dia mengikat plastik tersebut dibagian kepala dan kakinya," paparnya.

Selain Cinta Segitiga, Perebutan Anak Juga Jadi Pemicu Pembunuhan Pria Dalam Karung di Bekasi

Jasad korban kemudian dibuang ke dalam Kali Cibening, Kampung Caman Raya Baru, Jakasampurna, Bekasi Barat, menggunakan sepeda motor.

Senin, 4 Maret 2019, warga sekitar menemukan mayat tersebut lantaran bau tidak sedap mulai tercium. Ketika diangkat dari kali, kondisi mayat terbujur kaku dengan kaki tertekuk dan terikat tali. Luka pada bagian kepala juga nampak terlihat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved