Curhat Warga Terkait Keberadaan TPA Burangkeng, Setiap Hari Rasakan Bau Sampah

Dampak yang paling terasa tentu bau busuk yang hampir setiap hari dirasakan warga Desa Burangkeng.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Warga Desa Burangkeng kembali menggelar aksi di TPA Burangkeng menuntut pemberian kompensasi uang ke Pemkab Bekasi, Jumat, (15/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Kisruh kompensasi uang tunai dampak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng terus berlarut-larut. Aksi penutupan TPA kali ini merupakan yang paling parah.

Hari ini, ratusan warga kembali berkumpul untuk menyuarakan tuntutan kompensasi dan sepakat tidak akan membuka TPA hingga Pemerintah Kabupaten Bekasi mengabulkan tuntutan mereka, Jumat, (15/3/2019).

Sariah (34), warga RT02, RW02, Desa Burangkeng, mengatakan, kompensasi menurut dia merupakan suatu yang diperlukan, manakala dampak TPA kian terasa.

Dia merupakan warga asli Desa Burangkeng, sejak kecil ia telah bersahabat dengan bau tidak sedap dari gunungan sampah yang tiap tahun meninggi.

"Waktu saya kecil mah belum setinggi ini, tapi sekarang kan udah muali tinggi kaya gunung dampaknya juga udah makin parah," kata Sariah saat dijumpai di Kantor Desa Burangkeng, Jumat, (15/3/2019).

Dampak yang paling terasa tentu bau busuk yang hampir setiap hari dirasakan warga Desa Burangkeng.

Rumah Sariah berada di dekat Kantor Desa Burangkeng, jaraknya jika diperkirakan 200 meter dari gunung sampah TPA Burangkeng.

"Ini kalau enggak ujan baunya udah berasa, apalagi pas ujan itu makin parah, kita dari dulu enggak pernah dapet apa-apa," jelas dia.

Selain pencemaran udara, dampak TPA Burangkeng juga terasa dari segi ekonomi, sebagai ibu rumah tangga, sempat terpikir untuk memiliki usaha terutama kuliner, tapi impian itu nampak sulit dijalankan lantaran, resiko berjulanan makanan tentu sangat riskan di wilayah yang lokasinya berdekatan dengan TPA.

"Susah mas, lalatnya banyak kaya gini, takut enggak laku kalau buka usaha makanan, padahal saya ibu-ibukan senengnya masak," jelas dia.

Terkait adanya aksi penutupan TPA Burangkeng oleh warga Sarinah satu dari sekian banyak warga yang mendukung, aksi ini diharapkan dapat benar-benar didengar Pemkab Bekasi agar memberikan perhatian lebih ke warga yang terkana dampak TPA.

"Ya saya dukung, dulu-dulu juga ada (demo), cuma baru kali ini yang ramai, banyak warga yang ikut dan setuju, apalagi kalau tuntutan uang kompensasi," jelas dia.

Uang kompensasi kata sangat bermanfaat jika nantinya benar-banar dikabulkan Pemkab Bekasi. Melalui uang kompensasi itu, dia secara pribadi akan sangat terbantu dari segi ekonomi.

Kondisi TPA Burangkeng milik Pemkab Bekasi di Kecamatan Setu
Kondisi TPA Burangkeng milik Pemkab Bekasi di Kecamatan Setu (TribunJakarta/Yusuf Bachtiar)

"Ya kita mah setuju aja lumayan buat bantu-bantu ekonomi kalau dapat uang kompensasi, buat beli token listrik," jelas dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved