Breaking News:

Soetrisno Bachir Sebut Jokowi-Maruf Punya Strategi Prioritas Pembangunan Berbasis Pemberdayaan UMK

Soetrisno Bachir menyebut pasangan Jokowi-Maruf memiliki strategi prioritas pembangunan yang berbasis pada pemberdayaan UKM.

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
(KOMPAS.com/Sabrina Asril)
Ketua KEIN Soetrisno Bachir 

Pemberdayaan UMK melalui sejumlah program yang sudah digulirkan seperti penurunan bunga kredit dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi 7% dari sebelumnya 12%, penerbitan sertifikat tanah, pemberian modal untuk mendirikan dan mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), dan pemberdayaan koperasi.

Penurunan suku bunga KUR memperkuat permodalan di kalangan UMK. Sudah bukan rahasia lagi bila kelompok usaha ini sulit mengakses perbankan untuk memperoleh modal usaha. Kalaupun mendapatkannya akan dikenakan suku bunga yang sangat tinggi.

Pesan Wakil Wali Kota Jakarta Timur untuk Peserta UNBK: Prestasi Penting, Kejujuran yang Utama

Pembebasan Lahan dan Pengerukan Waduk Surilang Tunggu Pemprov DKI

Akan tetapi, KUR hanya menetapkan suku bunga 7% per tahun dengan persyaratan pun disesuikan kondisi UMK sehingga dapat diakses UMK. Penurunan suku bunga ini meningkatkan jumlah nasabah mencapai 13,3 juta nasabah dengan Non Performing Loan (NPL) dapat dikendalikan pada kisaran 1,2%.

Yang terpenting, kata Soetrisno, salah satu kendala lain bagi UMK untuk mengakses kredit atau pembiayaan pada bank komersial terletak pada jaminan, salah satunya sertifikat tanah. Bank selalu meminta jaminan dalam bentuk sertifikat tanah, namun kurang dapat dipenuhi karena terkendala jaminan, khususnya sertifikat tanah.

“Kendala suku bunga dan jaminan bank sudah ditangani Presiden Jokowi dan ini menjadi momentum kita untuk meningkatkan kinerja UMK agar makin berdaya di masa depan,” tutur ketua KEIN ini.

Kebijakan Jokowi mengatasi kendala di kalangan UMK selama periode 2014-2019 sudah ditangani dengan baik. Karena itu, dirinya tanpa ragu mengajak UMK di Bogor untuk memilih Jokowi sebagai presiden untuk satu periode lagi.

“Tidak mungkin Jokowi berkuasa sampai 30 tahun. Tetapi mungkin terpilih untuk satu periode lagi,” kata dia.

Tujuan ajakan memilih Jokowi-Ma’ruf untuk menjamin pembangunan berkelanjutan. Sebab masih banyak rencana dan proyek yang sudah berjalan untuk direalisasikan selama satu periode berikutnya.

Pedas dan Segar, Acep Si Tukang Buah dan Rujak di Bendungan Hilir Selalu Diserbu Saat Makan Siang

Agar Tidak Salah Langkah Saat di Lapangan, Pengawas TPS Diberikan Bimtek

Soetrisno mengatakan, dirinya turun gunung untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf di Jawa Barat. Kali ini giliran Bogor. Sebelumnya, Soetrisno sudah menyambangi kota Ciamis dan Cirebon untuk mendulang elektibilitas suara Jokowi-Ma’ruf.

Kabupaten Bogor dan Bandung merupakan basis suara terbesar di Indonesia. Kedua kota ini menyimpan 20% Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari total DPT di Indonesia.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved