Info Kesehatan

Jangan Sepelekan, Ini 4 Tipe Sakit Pinggang yang Berbahaya: Bisa Berujung Kelumpuhan

Jika sakit pinggangnya sudah sangat bermasalah dan makin parah, dokter memprediksikan itu sebagai gejala penyakit lain yang lebih serius.

Penulis: Erlina Fury Santika | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
HUFFINGTON POST/PEOPLEIMAGES VIA GETTY IMAGES
Ilustrasi sakit pinggang disertai demam 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sakit pinggang kerap kali disepelekan orang karena diasumsikan hanya sekadar dampak kelelahan saja.

Namun ternyata, ada beberapa jenis sakit pinggang yang akan berakibat fatal jika didiamkan.

Dilansir dari Huffington Post, profesor ahli bedah ortophedi di Los Angeles, Neel Anand menyebut, 1 dari 8 orang terindikasi sakit pinggang di 'level' bahaya.

Di balik itu, kabar baiknya, 80-90 persen sakit pinggang yang dirasakan beberapa orang tidak berbahaya atau bisa dengan mudah sembuh sendiri.

"Sakit pinggang bisa membuatmu tak berdaya selama beberapa hari bahkan minggu. Tapi secara umum, sakit pinggang bisa secara cepat sembuh dan Anda bisa kembali beraktivitas seperti semula," jelas Neel Anand.

Ada beberapa obat yang memang bisa dengan cepat menyembuhkan sakit pinggang.

Namun jika sakit pinggangnya sudah sangat bermasalah dan makin parah, dokter memprediksikan itu sebagai gejala penyakit lain yang lebih serius.

Berikut TribunJakarta.com himpun 4 gejala sakit pinggang yang bisa jadi indikasi penyakit yang lebih serius atau berbahaya, dilansir dari Huffington Post:

1. Disertai buang air kecil yang tak terkontrol

Ilustrasi sakit pinggang disertai intensitas buang air kecil yang tak terkontrol.
Ilustrasi sakit pinggang disertai intensitas buang air kecil yang tak terkontrol. (HUFFINGTON POST/COURTNEYK VIA GETTY IMAGES)

Jika sakit pinggang yang Anda rasakan bersamaan dengan intensitas buang air kecil dan besar yang tak terkontrol, Anda harus segera ke dokter.

Sebab jika didiamkan, rasa sakit itu berujung pada kelumpuhan sementara.

"Ini berarti ada sesuatu di bagian tulang belakang, misalnya saraf terjepit atau terluka. Saraf yang terjepit itu memengaruhi saraf yang bekerja untuk kandung kemih dan usus," jelas Anand.

"Jika saraf ini terjepit terlalu lama, mungkin sulit untuk pulih dan berfungsi kembali normal," imbuh Anand.

Komnas Perempuan: Ibu yang Terpaksa Sakiti Anak Sebenarnya Menyesal

Kram Saat Menstruasi Bisa Jadi Gejala Penyakit Kista Ovarium, Simak Penjelasannya

Makan 3 hingga 4 Telur Setiap Minggu dapat Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung hingga Kematian

2. Disertai dengan demam

Ilustrasi sakit pinggang disertai demam
Ilustrasi sakit pinggang disertai demam (HUFFINGTON POST/PEOPLEIMAGES VIA GETTY IMAGES)

Ahli bedah tulang belakang dari Monroe, Carolina Utara, David Anderson menyebut jika sakit pinggang yang dirasakan begitu panas disertai demam, itu bisa menjadi gejala penyakit serius seperti infeksi.

"Ini sangat jarang dan tentu saja orang beranggapan bahwa demam bisa karena banyak penyebab. Tetapi ketika bersamaan dengan sakit pinggang terus menerus, itu dikhawatirkan abses epidural," jelas Anderson.

Abses epidural sendiri merupakan kumpulan nanah yang bisa memengaruhi otak atau sumsum tulang belakang.

3. Disertai nyeri kaki

Ilustrasi sakit pinggang disertai nyeri kaki
Ilustrasi sakit pinggang disertai nyeri kaki (HUFFINGTON POST/ASIAVISION VIA GETTY IMAGES)

Penyebaran sakit ini bisa dimulai ke bagian bawah bokong hingga ke kaki.

Anand mengatakan, jika rasa sakit itu bersamaan mati rasa atau kesemutan, sehingga menyulitkan kaki Anda untuk berjalan atau sekadar mengangkatnya, adalah tanda lain bahwa saraf atau kumpulan saraf sedang terjepit.

Penyebabnya, lanjutnya, bisa jadi karena taji tulang (adanya bagian kecil yang berkembang di sepanjang tepi tulang), saraf terjepit (masalah dengan 'cakram' seperti karet di antara tulang belakang), atau stenosis (penyempitan terusan tulang belakang secara perlahan).

Stenosis sendiri tidak bisa disembuhkan secara total. Anderson menambahkan, banyak orang yang mengalami sakit kronis ini secara mudah mempelajari pemicunya dan mengelola gejalanya sehingga mereka tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari.

4. Disertai nyeri di sekitar leher

Ilustrasi sakit leher
Ilustrasi sakit leher (HUFFINGTON POST/CHAD SPRINGER VIA GETTY IMAGES)

Rasa sakit di area leher ini kerap kali digolongkan sebagai sakit pinggang. Anand menjelaskan, itu sakit yang berbeda.

"Banyak orang merasakan sakit di punggung atas, tepatnya di bawah leher dan berpikir itu sakit punggung. Padahal tidak," jelas Anand.

"Rasa sakit itu datang dari leher Anda dan penyebabnya pun berbeda. Karena itu (berasal) dari sumsum tulang belakang Anda. Anda sebenarnya memiliki saraf tulang belakang yang menjalar ke leher Anda, yang merupakan perpanjangan langsung dari otak," terang Anand.

Jika sakit punggung di bagian atas itu disertai kesemutan atau kelemahan di tangan, atau Anda merasa berjalan tidak stabil atau tak seimbang, bisa jadi ada sesuatu yang tak beres di tulang belakang Anda yang perlu diperiksa dokter.

"Orang-orang mungkin berasumsi bahwa kesulitan (tangan) memasang kancing di baju atau mengenakan anting adalah gejala umum, atau karena faktor usia, atau juga karena radang sendi. Tapi jika terjadi terus menerus, Anda perlu mengunjungi dokter dan mendapatkan pemeriksaan neurologis," jelas Anand.

Anand menambahkan, gejala ini bisa dicegah jika diatasi secepatnya.

"Namun jika sudah menyerang sumsum tulang belakang, seringkali tidak menjadi lebih baik (kondisinya)," pungkas Anand.

Pemicu sakit pinggang

Sementara itu, ada beberapa kebiasaan yang bisa memicu datangnya sakit pinggang.

Berikut beberapa kebiasaan harian yang bisa memicu sakit punggung, dilansir Nova.id dari Shape.com.sg.

1. Duduk di meja kerja berjam-jam

Di tengah beban kerja yang berat, kita sering mengabaikan untuk mempertahankan postur tubuh yang tepat.

Daripada mendapatkan punggung yang sakit setelah meninggalkan kantor, sebaiknya istirahatkan tubuh secara rutin setiap satu jam.

Beberapa peregangan dasar seperti memutar pinggang atau meregangkan otot dada akan membuat otot kita tidak terlalu kaku di penghujung hari.

2. Terlalu sering bermain ponsel

Terkadang tanpa kita sadar kita telah membungkuk berjam-jam saat memainkan ponsel.

Tentu saja ini bisa menyebabkan punggung dan leher kita terasa sakit.

Membungkukkan pundak dan mendorong leher ke bawah akan menambah beban dan tekanan ekstra pada leher yang kemudian otot menjadi tegang.

Gantinya, cobalah jaga punggung kita dengan berdiri tegak dan melihat ke depan saat menggunakan ponsel.

Dan ingat jangan terlalu sering melakukannya.

3. Membawa barang-barang berat

Membawa tas berat di pundak atau di punggung kita bisa menyebabkan rasa sakit setelahnya.

Ini karena adanya tekanan pada tulang belakang.

Jadi sebaiknya bawa barang secukupnya.

Tapi jika memang harus membawa banyak, gunakan tas yang bisa membuat berat beban lebih merata.

4. Gerakan olahraga yang tidak benar

Olahraga memang bermanfaat bagi tulang dan otot.

Tapi perlu diingat untuk melakukannya sesuai yang dianjurkan atau dengan benar.

Sangat penting untuk melakukan gerakan tepat saat berolahraga sehingga kita tidak memberikan tekanan pada leher atau punggung.

5. Mengenakan sepatu hak tinggi setiap hari

Sepatu hak tinggi memang membuat kita lebih terlihat glamor.

Tapi jika digunakan setiap hari akan berisiko pada tubuh kita.

Sepatu ini akan memaksakan telapak kaki ke sudut yang tidak nyaman saat kita berjalan sepanjang hari.

Ini akan menciptakan ketidakstabilan yang mentrasfer tekanan ke punggung kita.

Sepatu hak tinggi mengharuskan kita untuk membuat punggung melengkung ke bawah.

6. Tidur di tempat tidur yang tak nyaman

Kasur yang kita gunakan untuk tidur juga bisa memicu sakit punggung.

Jadi, pilihlah kasur yang tidak terlalu keras atau terlalu lunak karena tidak memberikan dukungan yang tepat untuk tulang belakang kita sepanjang malam.

Selain itu, berikan bantal tambahan di bawah lutut atau antara kedua kaki untuk menjajarkan tulang belakang kita ke posisi yang nyaman saat tidur. (TribunJakarta.com Erlina Fury Santika/Huff Post/Nova.id)

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved