Lagi Ada Masalah dan Habis Makan Jadi Alasan Pengemudi Merokok di Dalam Kendaraan

Tak hanya soal kenyamanan, abu dan bara rokok dapat terbawa angin lalu membahayakan pengguna jalan lain yang berada di belakang mereka.

Lagi Ada Masalah dan Habis Makan Jadi Alasan Pengemudi Merokok di Dalam Kendaraan
TribunJakarta/Bima Putra
Satu pengemudi yang ditegur karena kedapatan merokok di Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (8/4/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Kanit Lantas Polsek Jatinegara Iptu Didik mengatakan pengendara yang merekok sambil mengemudi kerap berdalih saat ditegur karena melanggar Permenhub Pasal 6 Nomor 12 tahun 2009.

Meski santer diberitakan media massa dan sudah beberapa kali melakukan sosialisasi, Satlantas Polres Jakarta Timur masih mendapati pengendara yang 'ngebul' sembari mengemudi.

"Alasannya lagi ada masalah, habis makan. Kalau enggak ngerokok katanya enggak enak. Tapi kita sudah imbau, kalau mau ngerokok ya berhenti dulu, tunda dulu. Bukan buat kita, tapi buat mereka juga," kata Didik di Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (8/4/2019).

Saat memimpin sosialisasi larangan merokok sambil berkendara di sekitar Terminal Kampung Melayu, Jatinegara puluhan pengendara asyik merokok sebelum akhirnya ditegur.

Sopir kendaraan umum pun tak luput dari teguran agar berhenti melakukan kebiasaannya sebelum nanti ditilang dan harus membayar denda sebesar Rp 750 ribu.

"Saat ini sedang tahap sosialisasi bagi pengendara yang masih merokok, baik roda dua dan empat. Kita lakukan peneguran. Mereka yang ditegur ada dari roda dua, empat, mikrolet dan truk," ujarnya.

Sejak MRT Beroperasi, Penumpang KA Bandara Meningkat 11 Persen

Diprotes Sopir Angkot, TransJakarta Terminal Pondok Cabe-Tanah Abang Tak Boleh Berhenti Sembarangan

Kesaksian Kakak Kandung Korban Pembunuhan Satu Keluarga Saat Sidang di PN Bekasi

Menurutnya sopir pengemudi angkutan umum bertanggung jawab atas kenyamanan penumpang sehingga diharap tak merokok kala mengatakan penumpang.

Tak hanya soal kenyamanan, abu dan bara rokok dapat terbawa angin lalu membahayakan pengguna jalan lain yang berada di belakang mereka.

"Sangat membahayakan, baik diri sendiri dan orang lain. Apalagi roda dua yang ada penumpangnya, pasti tidak nyaman. Mereka kita sosialisasikan bahaya merokok sambil mengendari kendaraan," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved