Pilpres 2019

Sujud Syukur Prabowo Subianto, Sandiaga Uno Cegukan dan Sorotan Tajam AHY Pantau QC

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto melakukan sujud syukur usai menyampaikan real count internal. Sandiaga Uno cegukan dan sorotan mata AHY.

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Wahyu Aji
Tribunnews.com/Jeprima
Prabowo Subianto sujud syukur 

Misteri keberadaan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno akhirnya terkuak saat mantan wakil gubernur Jakarta itu meninggalkan kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jaksel, Rabu (17/4/2019).

Sandiaga meninggalkan kediaman Prabowo sekitar pukul 22.45 WIB dengan langsung menaiki mobil hitam dari halaman dalam rumah Prabowo.

Padahal Prabowo sudah meninggalkan kediamannya itu pukul 20.30.

Saat mobilnya membelah lautan massa di depan kediaman Prabowo, Sandiaga membiarkan kaca mobilnya terbuka dan tersenyum menyapa para pendukung.

Namun mobilnya tak berhenti dan langsung melaju cepat diikuti mobil patroli dan pengawalan.

Sehingga awak media kesulitan untuk mewawancarainya.

Sandiaga juga tampak sudah mengenakan kaos polo warna biru di mana sebelumnya dia mengenakan kemeja putih saat mencoblos.

Sebelumnya juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean menjelaskan bahwa Sandiaga tengah berdiskusi dengan para ulama dan purnawirawan di dalam kediaman Prabowo.

Keberadaan Sandiaga menjadi misteri karena dirinya memilih tak ikut mendampingi saat Prabowo melakukan sujud syukur di depan ratusan pendukungnya atas hasil quick count internal yang diklaimnya menang dengan perolehan suara 60 persen.

“Bukan, Bang Sandiaga sehat, beliau sedang diskusi dengan banyak tokoh seperti ulama dan purnawirawan,” ujar Ferdinand saat ditanya awak media.

Sorot Tajam Mata AHY ke Layar Quick Count

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama dengan sang Istri, Annisa Larasati Pohan setelah menggunaka hak suaranya di TPS 13 Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019)
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama dengan sang Istri, Annisa Larasati Pohan setelah menggunaka hak suaranya di TPS 13 Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019) (Tribunnews.com/Abdul Majid)

Rabu (17/4) pukul 15.00 WIB di lantai 3 Kantor DPP Demokrat, kesibukan terlihat.

24 unit layar komputer menyala dengan masing-masing satu kader Demokrat yang menjadi operator.

Layar berukuran besar tepampamg di depan mereka.

Televisi berita yang menyertakan hasil quick count ditayangkan selama perhitungan.

Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma), Agus Harimurti Yudhoyono yang datang untuk memantau penghitungan suara, matanya lekat menatap layar besar.

Sesekali tangannya bersandar di dagu melihat pemberitaan yang terus menerus tersiar.
Dia meminta kepada anggota Kogasma untuk mengambil satu papan putih besar untuk terus mendata perhitungan dari berbagai lembaga survei pergantian angka di setiap 10 menit.

"Tolong dicatat per 10 menit. 11 lembaga survei," ucap dia.

Ditemani petinggi Partai Demokrat seperti Hinca Pandjaitan, Rachland Nasidik dan Edhy Baskoro Yudhoyono atau Ibas, sesekali dirinya tampak berbincang.

"Berapa data Demokrat yang sudah masuk?" kata dia kepada operator komputer. "Baru beberapa saja,mas," jawab operator.

Quick Count Kompas Data Masuk 97 Persen: Jokowi-Maruf Amin Ungguli Prabowo-Sandiaga Uno

Selisih 15 Suara, Prabowo-Sandiaga Menang di TPS 41 Kelurahan Cempaka Baru Jakart Pusat

Satu Hari Setelah Pemilu 2019, Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Amerika Serikat Rp14.010

Jokowi-Maruf Amin Menang di Rutan Kelas I Cipinang Jakarta Timur

Prabowo Klaim Ungguli Jokowi di Pilpres 2019, Moeldoko: Kami Tidak Merasa di Atas Angin

Di aula seluas 15x20 meter tersebut, tidak hanya untuk memantau Hitung Cepat dari lembaga survei.

Tetapi juga data perhitungan dari DPC partai Demokrat ke rekapitulasi data nasional khusus partai berlambang Mercy itu.

Dengan aplikasi yang sudah dibuat, hasil rekap internal dapat menjadi bahan acuan persebaran suara partai dan data pembanding apabila nantinya terdapat sengketa suara caleg yang bermasalah.

15 menit dari perbincangan dia meminta beberapa anggota tim Kogasma untuk masuk ke dalam ruangan kecil yang di sudut aula lantai 3.

Selang lima menit kemudian, tim meminta agar ruangan steril dari media karena akan melakukan pembahasan internal.

Enam jam berlalu dari tersiarnya data Hitung Cepat dari lembaga survei, AHY dan petinggi partai Demokrat menyatakan, partainya akan menghormati putusan KPU dan menghargai proses perhitungan yang sedang berjalan.

"Demokrat menghargai proses yang sedang berjalan. Kami menghormati perhitungan secara kredibel oleh KPU," tukasnya saat konfrensi pers di DPP Demokrat, Jakarta, Rabu (17/4).

Dirinya juga meminta kepada kepada masyarakat dan kader Demokrat untuk tetap menahan diri dari segala hal yang bersifat provokatif.

Seluruh kader Demokrat juga diimbau untuk tetap menjaga penghitungan yang masih berjalan di masing-masing TPS.

Apabila, ditemukan adanya kecurangan, ia meminta agar segra melaporakn kepada proses hukum yang sudah ditentukan.

"Kami mengimbau untuk mengumpulkan bukti apabila ada kecurangan dan dilaporkan melalui jalur hukum," jelasnya.

Bagaimanapun, lanjutnya, masyarakat harus kembali duduk bersama sebagai bangsa, rukun dan menghindari permusuhan akibat pemilu.

"Siapapun wakil rakyat yang terpilih, dapat memberi contoh yang baik bagi masyarakat yang diwakilinya," ucap dia.

PDI Perjuangan, diketahui masih berada di puncak perolehan suara pemilu legislatif (Pileg) 2019, Rabu (17/4/2019), berdasarkan hitung cepat Litbang Kompas.
Berdasarkan data masuk 86,60 persen, pada pukul 22:12 WIB, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri memperoleh 20,19 persen suara.

Pada posisi kedua, Gerindra menyusul 12,83 persen.

Kemudian Golkar sebesar 11,70 persen dan PKB sebanyak 9,39 persen.

Disusul PKS memperoleh 8,57 persen, dan NasDem sebesar 8,13 persen.

Lebih lanjut Demokrat sebesar 8,10 persen, PAN 6,58 persen, dan PPP berada di angka 4,65 persen.

Untuk partai politik di bawah 4 persen adalah Partai Perindo (2,86 persen), Berkarya (2,11 persen), PSI (2,03 persen), Hanura (1,34 persen), PBB (0,76 persen), Garuda (0,53 persen) dan PKPI (0,22 persen). Data ini adalah data terakhir untuk hari ini dirlis oleh Litbang Kompas. (Tribunnews.com/Kompas.com)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved