Gubernur Anies Sebut Wacana Pemindahan Ibu Kota ke Luar Jawa Tak Kurangi Macet di Jakarta

Ada sejumlah aspek yang menyebabkan Jakarta macet, termaksud kegiatan rumah tangga dan kegiatan swasta.

Istimewa/Instagram @aniesbaswedan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, rayakan Hari Kartini. 

Dirinya mengaku telah menjelaskan persoalan transportasi ini pada Bappenas. Di mana unsur transportasi di dalam kegiatan pemerintahan sangatlah kecil.

Anies menjabarkan, bahwa jumlah kendaraan pribadi di Jakarta mencapai sekitar 17 juta, sementara kendaraan kedinasan hanya 141 ribu.

"Jadi jumlah kedaraan pribadi di Jakarta sekitar 17 juta, kendaraan kedinasan itu 141 ribu. Jumlahnya kecil sekali. Kalaupun pemerintah pindah, tidak kemudian mengurai masalah kemacetan. Jadi perpindahan Ibu Kota tidak otomatis mengurangi kemacetan," tuturnya.

Diketahui sebelumnya, Bappenas telah merampungkan kajian tahap pertama rencana pemerintahan Ibu Kota ke luar Jakarta. Kajian tersebut terfokus pada tiga wilayah yang menjadi kandidat utama pengganti Jakarta.

Habisi Nyawa Kakaknya, Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi: Hati Saya Panas Sama Abang

Di antaranya, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.

Hal ini dibahas dalam rapat terbatas membahas tindak lanjut rencana pemindahan Ibu Kota di kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/4/2019).

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, awalnya dalam rapat itu ada tiga alternatif yang ditawarkan ke Jokowi.

Pertama, Ibu Kota tetap di Jakarta tetapi daerah seputaran Istana dan Monas dibuat khusus untuk kantor-kantor pemerintahan, kementerian, dan lembaga.

Sehingga seluruh kawasan pemerintahan berada di satu tempat dan itu menciptakan efisiensi di dalam tugas koordinasi pemerintah.

Kedua, pusat pemerintahan pindah ke luar Jakarta, tetapi masih dalam radius sekitar 50-70 km dari Jakarta, dan alternatif ketiga adalah memindahkan Ibu Kota ke luar pulau Jawa, khususnya mengarah kepada kawasan timur Indonesia.

Bambang pun menyebut bahwa Jokowi lebih menyetujui apabila Ibu Kota dipindah ke luar Jawa. 

"Pak Presiden tadi menggarisbawahi, ini baru fase pembahasan. Belum sampai fase keputusan. Tapi tadi dibahas," pungkas Anies.
 

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved