Ayah Pukuli Anak Kandung Usia 3 Bulan Hingga Tewas: Bogem di Kepala, Gigit Pipi dan Reaksi Istri

Seorang sopir angkot berinisial MS (23) memukuli anaknya hingga tewas. Korban berusia tiga bulan berinisial KQS. Berikut deretan faktanya.

Ayah Pukuli Anak Kandung Usia 3 Bulan Hingga Tewas: Bogem di Kepala, Gigit Pipi dan Reaksi Istri
thehits.co.nz
Ilustrasi Bayi 

Saat pelaku datang ke dua kali ke Puskesmas Kebon Jeruk itulah pihak Puskesmas baru melaporkan kematian tak wajar KQS ke Mapolsek Kebon Jeruk bukan pada hari saat tewasnya korban.

"Jadi pas hari Sabtu itu korban setelah dibawa ke puskesmas kemudian dibawa pulang oleh pelaku dan langsung dikuburkan," kata Irwandy.

Irwandy menuturkan pelaku ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya pada Rabu (1/5/2019).

"Saat ini kami masih lakukan pemeriksaan intensif untuk mengetahui motif pelaku tega menewaskan anaknya sendiri," kata Irwandy.

Dalam waktu dekat, polisi juga akan membongkar makam korban untuk dilakukan autopsi.

Reaksi Sang Istri

Siti Khalifa, ibu korban yang juga istri dari pelaku pembunuhan bayi tiga bulan di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Siti Khalifa, ibu korban yang juga istri dari pelaku pembunuhan bayi tiga bulan di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. (TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra)

Siti Khalifa (22) sama sekali tak menyangka bahwa pelaku pembunuhan bayinya adalah suaminya sendiri yang notabebe ayah kandung korban.

Ditemui di rumahnya di Gang Bijaksana, Kelurahan Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Siti menceritakan secara gamblang kejadian yang dialami keluarganya.

Siti menuturkan, sang anak berinisial KQS yang masih berusia tiga bulan tewas saat ditinggalnya berbelanja pasar pada Sabtu (27/4/2019).

Saat itu, sang anak ia tinggal bersama suami berisinisal MS (23) dan ibunda Siti yang tuna netra sehingga tak bisa menyaksikan apa yang sedang terjadi di Sabtu pagi itu.

Siti mengatakan bahwa sang ibu memang sempat mendengar ada suara pukulan dari arah kamar anaknya.

"Pas saya pulang ke rumah, saya lihat keadaan anak saya udah terbaring lemas sama ada luka lebam di jidat dan luka gigitan di pipi. Sedangkan suami saya lagi tidur di samping anak saya," kata Siti, Jumat (3/5/2019).

Suami Dosen Jadi Tersangka Baru Kasus Pembunuhan Anggota DPRD Sragen Pakai Racun Tikus, Ini Perannya

Kronologis Pembunuhan Wanita di Basement Hotel: Pelaku Mencuri Demi Bayar Cicilan Kendaraan

Polisi Kesulitan Ungkap Kasus Dugaan Pembunuhan Perempuan Hamil yang Dikubur Dekat Tol Jagorawi

Penasihat Hukum Upayakan Haris Simamora Terhindar Dakwaan Pembunuhan Berencana

VIDEO Kronologi Pembunuhan Sadis 33 Tusukan Seorang Pemuda di Ciputat

Melihat sang anak sudah dipenuhi luka lebam, Siti dan suami pun membawanya ke Puskesmas Kebon Jeruk untuk diberikan pertolongan.

Namun sayang, nyawa sang buah hati tak dapat tertolong.

"Di situ suami ngurus surat kematian tapi nggak diproses karena ada kejanggalan dengan kematian anak saya. Tapi anak saya tetap dibawa pulang dan langsung dikubur," kata Siti.

Menaruh Curiga ke Suami

Setelah pemakaman anaknya, Siti yang masih menaruh curiga atas kematian anak pertamanya itu terus mencecar suaminya.

Namun MS tak mau menjawab dan mengaku tak tahu kejadian yang mengakibatkan korban tewas mengenaskan.

MS berdalih dirinya tertidur sewaktu diminta menjaga korban pada Sabtu pagi itu.

"Karena suami ditanya diam aja dan keluarga enggak mau makam anak saya dibongkar makanya kita pergi ke orang pintar. Orang pintar bilang itu bukan karena ulah manusia," kata Siti.

Rasa penasaran Siti pun terjawab saat anggota Polsek Kebon Jeruk menciduk MS di rumah mereka pada Rabu (1/5/2019) setelah menerima laporan dari Puskesmas Kebon Jeruk tentang adanya bayi Meninggal tak wajar.

"Di kepolisian baru ketahuan kalau dia pelakunya. Saya sama sekali enggak nyangka dia tega bunuh darah dagingnya sendiri," kata Siti. (TribunJakarta.com/Kompas.com)

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved