Info Mudik 2019
Berlaku Saat Mudik dan Arus Balik, Jadwal hingga Penjelasan Pengelola Tol Berikan Diskon 15 Persen
Diskon ini berlaku pada periode Arus Mudik Lebaran 2019 pada tanggal 27-29 Mei 2019 dan saat periode Arus Balik Lebaran 2019 pada tanggal 10-12 Juni.
Penulis: Wahyu Aji Tribun Jakarta | Editor: Wahyu Aji
Nantinya, diskon tarif tol ini akan diberikan sebelum masa puncak arus mudik atau pada tanggal 27, 28 dan 29 Mei, dan setelah masa puncak arus balik yakni pada tanggal 10 hingga 12 Juni. Hal ini dilakukan supaya puncak arus mudik dan balik bergeser dari yang diperkirakan.
"Kami harapkan, puncak mudik itu bergeser. Jadi puncak mudik yang kita estimasikan yaitu tanggal 30 - 2 Mei, akan turun menjadi 27, 28 dan 29. Dan puncak balik yang disepakati 7, 8, 9 Juni akan bergeser menjadi 10, 11, 12 Juni, sesuai waktu diskon yang kami berikan ke masyarakat," terang Ketua ATI Desi Arryani dikutip dari Kontan, Jumat (24/5/2019).
Desi menerangkan, pemberian diskon tarif tol ini pun sudah disetujui oleh seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di seluruh Indonesia. Dia berharap, pemberian diskon ini turut direspon masyarakat sehingga beban puncak mudik dan balik dapat berkurang.
• Diskon Sampai 70%, Midnight Sale di Grand Indonesia Mulai Tanggal 31 Mei Sampai 1 Juni
"Kami memberikan diskon merupakan bentuk kepedulian kami ke masyarakat yang memang mayoritas memanfaatkan waktu ini untuk mudik juga untuk berlibur," tutur Desi.
Dengan adanya diskon ini, Desi menjelaskan, diskon tarif tol per cluster di Tol Trans- Jawa tidak akan berlaku. Dia menyebut, diskon tersebut sudah berakhir sejak tanggal 23 Mei, dan akan dihentikan hingga waktu yang belum ditentukan .
Lebih lanjut, Pengurus ATI sekaligus Direktur Utama Nusantara Infrastruktur Ramdani Basri mengatakan, adanya diskon tarif ini memang akan berpengaruh terhadap pendapatan BUJT, akan tetapi adanya diskon ini pun diharapkan dapat meningkatkan volume kendaraan yang masuk ke jalan tol.
Ramdani pun menyebut, bila penerapan diskon tarif ini diberlakukan hanya sementara waktu maka tidak akan mengganggu pengembalian investasi BUJT.
"Kalau terus menerus memang mengganggu, tetapi kalau sekali-kali tidak ada malah," ujar Ramdani.
Tak hanya berfungsi untuk mengurai kemacetan, pemberian diskon ini pun menjadi sebagai salah satu promosi kepada masyarakat supaya menggunakan jalan tol.
Apalagi, saat ini pemerintah sudah membangun jalan tol baru seperti Trans Jawa dan Trans Sumatera yang saling terhubung dengan daerah lainnya.
"Kalau kita buka tol baru kan yang datang itu sedikit, kita harus sosialisasikan, kadang digratiskan supaya ada traffict. Itu masanya tidak sebentar, kadang-kadang bisa sampai 6 -8 bulan. Ini kebiasaan. Biasanya kan orang mau mengeluarkan uang dalam jumlah besar, itu mahal. Tetapi dengan diturunkan itu relatif murah. Jadi ada kemauan orang untuk masuk," kata Ramdani.
Diskon dan harapan anti macet
Diskon tarif tol akan kembali diberikan saat mudik Lebaran nanti. Pemberian diskon ini merupakan salah satu usaha untuk mencegah padatnya tol ketika puncak arus mudik.
"Mekanisme diskon ini juga kita pakai sebagai instrumen untuk mengatur flow-nya, sehingga tidak semua orang (mudik) pada tanggal tertentu. Kalau kira-kira tanggal 30 atau 31 yang peak, kita beri diskon hari sesudahnya," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Selasa (21/5).
Meski begitu, Basuki mengatakan belum ada penetapan berapa besar diskon tarif yang akan diberikan dan kapan tepatnya diskon tarif dapat dinikmati. Menurutnya, keputusan tersebut akan ditetapkan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) hari ini.