Pilpres 2019

Bagaimana Reaksi Amien Rais Jika PAN Merapat ke Jokowi? Bara Hasibuan: Kita Lihat Kepentingan Partai

Di sisi lain, ramainya isu tersebut pun rupanya memunculkan pertanyaan tentang sikap Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais.

Bagaimana Reaksi Amien Rais Jika PAN Merapat ke Jokowi? Bara Hasibuan: Kita Lihat Kepentingan Partai
Kolase TribunWow
Amien Rais dan Presiden Jokowi. 

Menurutnya, pernyataan Bara Hasibuan terkait dukungan Pilpres 2019 justru mencederai kader PAN.

"Wajar ketika teman-teman pengurus baik di DPD PAN itu memang mengajukan petisi untuk memecat Bara Hasibuan," ucapnya seperti dilansir dari tayangan Kompas TV, Senin (29/4/2019).

Terungkap Beberapa Faktor yang Menyebabkan Banyak KPPS Meninggal Dunia Analisis Kedokteran

Ajak Petinggi Parpol Ngopi Bareng, Wali Kota Jaksel Bersyukur Pemilu di Wilayahnya Berjalan Lancar

Dijelaskannya, saat ini kader PAN tengah berjuang untuk mengawasi penghitungan suara Pilpres 2019.

Kader PAN, lanjut dia, masih berkonsentrasi mengawasi suara pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

"Karena memang pertama, statemen yang disampaikan oleh Bara Hasibuan itu memang menyakitkan untuk teman-teman."

"Teman-teman ini sedang berjuang, untuk mengamankan suara, kemudian konstentrasi untuk mengawasi suara paslon 02 Prabowo-Sandi."

"Tiba-tiba muncul statemen seperti itu sehingga ini kan mencederai kader-kader partai ," paparnya.

Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/12/2018).
Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/12/2018). (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)

Lebih lanjut ia mengatakan, petisi tersebut kemungkinan akan disampaikan kepada Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.

"Saya kira teman teman akan menyampaika petisi itu ke ketum," terangnya.

Sementara itu, Bara Hasibuan yang mengetahi adanya petisi itu enggan menanggapinya dengan serius.

Bara Hasibuan berkayakinan apa yang dilakukannya adalah untuk kepentingan partai.

"Saya tidak ingin menanggapinya secara serius, yang penting saya yakin apa yang saya lakukan adalah benar untuk kepentingan patai," ujar Bara.

Dijelaskannya bahwa dirinya adalah satu di antara yang aktif mendirikan PAN.

Anggota KPPS Rawa Bungan Meninggal Dunia Usai Koma 8 Hari: Awalnya Sakit di Bagian Dada

Pulih dari Cedera, Rishadi Fauzi Siap Diturunkan Jadi Penyerang Utama Persija Jakarta

"Saya ingin betul-betul mempertahankan roh jiwa dari PAN platform awal ini didirikan," jelasnya.

"Mereka yang menandatangani petisi ini tidak ada satu pun yang ikut mendirikan PAN," tambahnya.

Bara Hasibuan pun menyebut bahwa kader yang menandatangi petisi itu tidak mengetahui sejara PAN.

"Saya minta kepada mereka, untuk belajar dulu sejarah PAN, kenapa partai ini didirikan, perjuangannya seperti apa dan cita-citanya seperti apa," tandasnya.

Bara Hasibuan bukanlah satu-satunya kader PAN yang menyatakan dukungan kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Bima Arya Sugiarto selaku Wakil Ketua Umum PAN pun menyatakan dukungannya kepada capres-cawapres 01 itu.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto (TribunnewsBogor.com/Mohammad Afkar Sarvika)

Diwartakan TribunnewsBogor.com, Bima Arya resmi menyatakan dukungannya kepada pasangan Jokowi-Maruf di Pilpres 2019.

Bima Arya yang selama ini bungkam atas pilihannya di Pilpres 2019 menyatakan dukungannya kepada Jokowi dalam acara Speak Up Suarakan Aksimu di Gedung Puri Begawan, Kota Bogor.

"Saya Bima Arya mendukung Jokowi. Jokowi di hati saya," kata Bima Arya.

Bima Arya berujar Jokowi sebagai role model sebagai pemimpin daerah.

"Saya dari dulu melihat Jokowi sosok yang jujur yang satu dan perbuatan. Saya belajar jadi kepala daerah kepada Jokowi, jadi Jokowi rool model bagi kepala daerah" kata Bima Arya.

Keputusan Bima Arya mendukung Jokwoi jelas bertentangan dengan keputusan partai PAN.

PAN merupakan partai pendukung capres-cawapres 02 Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019.

Jalan Protokol Jadi Fokus Operasi Keselamatan Jaya di Jakarta Utara

Sandiaga Uno Bantah Bakal Gabung ke Pemerintahan Jokowi

Bima Arya bahkan berucap merujuk platform partai, PAN semestinya mendukung Jokowi di Pilpres 2019.

"PAN adalah Partai yang lahir dari rahim reformasi paltform nya adalah nasionalis dan pluralis jadi partai tengah kalau bicara platform partai semestinta PAN menjatuhkan pilihan ke Jokowi bukan yang lain," cetus Bima Arya.

Bima Arya mengatakan Ketum PAN Zulkifli Hasan sudah mengetahui pilihan Bima Arya.

"Pak Zul tahu bahwa saya memilih untuk berbeda dengan partai tapi karena saya masih menjabat sebagai kepala daerah jadi saya tidak terbuka. Karena menjaga kebersama tapi sekarang saya warga biasa kader partai yang memilih segala resikonya untuk berbeda dengan garis partai saya meyakini PAN partai tengah yang menjunjung kebersamaan," kata Bima Arya.

Dengan pilihannya mendukung Jokowi dan bertentangan dengan PAN, Bima Arya siap menerima segala konsekuensinya.

"Saya siap segala risikonya," tegas Bima Arya.

TONTON JUGA:

Bima Arya juga menampik dirinya akan berpaling ke partai lain.

"Gak ada pilihan lain. Saya ikut mendirikan partai ini tidak pernah terpikirkan untuk keluar dari partai ini, ikhtiar saya untuk sejalan dengan platform," kata Bima Arya.

Bima Arya kembali menegaskan kekecewaannya pada PAN atas pilihannya mendukung Prabowo-Sandi.

" masa Gerindra sama Gerindra saya tidak habis pikir tapi saya fatsun pada pimpinan partai," kata Bima Arya.

Bima Arya juga menekankan bahwa dirinya siap menerima berbagai resiko dari PAN atas pilihannya mendukung Jokowi-Sandi di Pilpres 2019.

"Apapun resikonya saya hadapi namanya politik pasti ada resikonya, Siap insallah apapun siap semua ada resikonya hidup itu ada pilihan," tutup Bima Arya. (*)

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved