Kenapa Bukan Panglima TNI yang Jadi Target Pembunuhan? Ini Analisis Pengamat Militer

Pengamat Militer Connie Rahakundini Bakrie memberikan analisisnya mengapa bukan panglima tertinggi TNI yang menjadi target pembunuhan

Kenapa Bukan Panglima TNI yang Jadi Target Pembunuhan? Ini Analisis Pengamat Militer
Kompas.com
Pengamat Militer Connie Rahakundini Bakrie 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pengamat Intelijen dan Militer, Connie Rahakundini Bakrie menganalisis kenapa sosok empat jenderal sekaligus pejabat negara yang menjadi target pembunuhan.

Empat tokoh jenderal yang menjadi target pembunuhan yakni Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto; Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan; Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan; dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere.

Adanya empat tokoh jenderal yang dijadikan target pembunuhan lantas membuat publik bertanya-tanya alasannya.

Pengamat Intelijen dan Militer, Connie Rahakundini Bakrie pun memberikan analisisnya.

Kenapa 4 Jenderal Jadi Target Pembunuhan saat Kerusuhan 22 Mei? Ini  Kata Pengamat Militer
Kenapa 4 Jenderal Jadi Target Pembunuhan saat Kerusuhan 22 Mei? Ini Kata Pengamat Militer (YouTube/Kompas Tv)

Hal tersebut diungkapkan Connie Rahakundini Bakrie saat menjadi narasumber di acara Rosi Kompas TV yang dilansir TribunJakarta.com pada Jumat (14/6).

Awalnya Rosiana Silalahi selaku pembawa acara menanyakan mengenai alasan di balik empat jenderal yang dijadikan target pembunuhan.

"Tapi banyak orang bertanya, apa motif dipilihnya empat jenderal ini karena dianggap nanggung. Kenapa enggak sekalian panglima tertinggi TNI?" tanya Rosiana Silalahi.

Panduan Lengkap Pendaftaran SIMAK UI 2019, Universitas Indonesia Tegaskan Biaya Kuliah Tak Mahal!

Menangi 5 Kali Pemilu Berturut-turut, Jokowi Bocorkan Rahasianya

Connie Rahakundini menjelaskan, masyarakat tak bisa hanya melihat permasalahan ini mengenai kepemilikan senjata ilegal ataupun rencana pembunuhan.

"Kita enggak bisa melihat masalah Kivlan Zen seolah-olah hanya masalah pembunuhan, senjata atau uang Rp150 Juta.

Tapi kita harus melihat Kivlan Zen merupakan bagian dari kelompok mana," ucap Connie Rahakundini Bakrie.

Connie Rahakundini Bakrie
Connie Rahakundini Bakrie (YouTube/Kompas Tv)
Halaman
1234
Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved