Breaking News:

Lurah Ciracas Yakin Warganya Guyub Meski Diserbu Pendatang Baru

Lurah Ciracas Rikia Marwan optimis pendatang baru selepas hari raya Idul Fitri 1440 H lalu tak menimbulkan masalah di wilayahnya.

Warta Kota/Henry Lopulalan
ARUS BALIK KA - Penumpang KA Matraremaja baru turun di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu (2/7/2017). Pada hari ini 24.739 orang dan pucaknya pada hari Sabtu (1/7) 25.895 pemudik masuk kembali ke Jakarta. Warta Kota/henry lopulalan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Lurah Ciracas Rikia Marwan optimis pendatang baru selepas hari raya Idul Fitri 1440 H lalu tak menimbulkan masalah di wilayahnya.

Dia yakin antara pendatang baru yang jumlahnya kerap mencapai ribuan, dan penduduk asli Kelurahan Ciracas dapat hidup rukun tanpa masalah.

"Sampai sekarang enggak pernah ada masalah antara pendatang baru dengan warga asli. Semua bisa menghormati perbedaan suku, budaya, agama, jadi semua guyub," kata Rikia di Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (16/6/2019).

Rikia menyebut pendatang baru di Kelurahan Ciracas didominasi perantau yang diboyong kerabat yang lebih dulu mengadu nasib dan menikmati Ibu Kota.

Dia yakin warga Ciracas yang membawa kerabat dari kampung halaman sudah menjelaskan budaya hidup di Jakarta kepada saudaranya.

"Memang perkumpulan antar sesama warga dari satu kampung halaman itu ada, seperti paguyuban. Tapi semua guyub, enggak ada tawuran karena masalah budaya," ujarnya.

Perihal hunian bagi pendatang baru, Rikia menyebut banyak kontrakan siap huni di sekitar pabrik dan Pasar Ciracas yang siap menampung.

Kontrakan itu umumnya dimiliki warga setempat sehingga proses pendataan dan monitoring pendatang baru di Kelurahan Ciracas tak menyulitkan.

"Kontrakannya enggak semrawut, bukan listriknya asal sambung karena pemiliknya masih warga sini juga. Jadi enggak rawan kebakaran dan untuk pendataan pendatang baru enggak sulit," tuturnya.

Perihal daya tarik Kelurahan Ciracas, Rikia menjelaskan keberadaan pabrik kelas kakap jadi daya tarik sehingga jumlah pendatang baru di wilayahnya paling tinggi se-Kecamatan Ciracas.

Usai Lebaran, 500 Pendatang Baru Diperkirakan Serbu Kelurahan Ciracas

Sudin Dukcapil Jakarta Barat Bakal Lakukan Pendataan Pendatang Mulai 14 Juni 2019

Di antaranya pabrik NGK, Frisan Flag, Mustika Ratu, Khong Guan, Penerbit Erlangga, dan lainnya yang setiap tahun selalu membuka penerimaan pegawai baru.

"Dari pabrik kan pasti juga enggak menerima pegawai yang identitasnya enggak jelas. Jadi pendatang baru di Kelurahan Ciracas ini yang baik-baik semua," lanjut Rikia.

Merujuk data Badan Pusat Statistik Jakarta Timur tahun 2017, jumlah pendatang baru di Kelurahan Ciracas tercatat 1.411, disusul Kelurahan Cibubur 1.326 pendatang baru.

Kelurahan Kelapa Dua Wetan tercatat 1.064 pendatang, Kelurahan Susukan tercatat 777 pendatang, dan Kelurahan Rambutan dengan 947 pendatang baru.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved