Kebakaran di Pabrik Plastik Dinaplast Cikarang, Diduga Ada Kesalahan Penanganan APAR Saat Api Muncul
saat kejadian kebakaran tersebut, terdapat sejumlah karyawan yang tengah bekerja. Api pertama mulai muncul di bagian belakangan gedung.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, CIKARANG TIMUR - Kepala Seksi Penanggulangan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi Agus Candra mengatakan, kebakaran di pabrik plastik PT Dinasplast Kawasan Jababeka Cikarang, Kabupaten Bekasi diduga membesar akibat penanganan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang tidak tepat.
Agus menjelaskan, saat kejadian kebakaran tersebut, terdapat sejumlah karyawan yang tengah bekerja. Api pertama mulai muncul di bagian belakangan gedung.
Namun saat hendak dipadamkan menggunakan APAR, api justru tidak kunjung padam dan malah membesar.
"Ternyata APAR enggak mampu, atau salah menggunakannya kita enggak tahu jadi api makin besar. APAR kalau salah menggunakan bisa semakin besar dia apinya, sama kaya diminyakinlah. Kalau enggak tepat gunainnya makin ngegebus," kata Agus kepada TribunJakarta.com, Minggu (30/6/2019).
• Kebakaran Susulan Sempat Terjadi di Pabrik Plastik Dinasplast Cikarang, Damkar Terus Disiagakan
Penanganan kebarakan di pabrik plastik itu juga dinilai telat, pihak pemadam kebakaran baru dikonfimasikan manakala api telah membesar dan merambat ke material bahan plastik yang mudah terbakar.
"Tadinya dia tangani pakai apar, nah ternyata apar gak mampu Hydrant dia enggak ada, akhirnya ya pemadam yang dipanggil jadi istilahnya kebakaran sudah 50 persen kita baru di bel (dikabarin)," jelas dia.
Sebanyak 12 mobil pemadam kebaran langsung diterjunkan. Dinas Damkar juga mendapat bantuan dari mobil pemadam dari beberapa perusahaan di Kawasan Jababeka.
"Ketika kita tiba udah ada beberapa mobil pemadam dari lokasi terdekat di Kawasan," ujarnya.
Agus mejelaskan, kebakaran yang terjadi pada Sabtu siang kemarin itu baru benar-benar berhasil dipadamkam hingga larut malam.
Hingga kini, pihaknya masih menyiagakan mobil pemadam di lokasi kebakaran untuk proses pendinginan. Material plastik membuat api sulit dipadamkan serta rentan terjadi kebakaran susulan akibat panas.
"Ada bantuan untuk pendinginan juga, sampai sekarang masih standby petugas kita," jelas dia.
Dia menjelskan, kejadian kebakaran di pabrik plastik PT Dinasplast sejauh ini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Adapun untuk korban jiwa, Damkar memastikan tidak ada.
"Sampai saat ini penyebabnya masih di selidiki dan kerugiannya juga masih dihitung, kami dari Damkar tetap disigakan saja untuk berjaga-jaga sampai kondisi dingin dan tidak terjadi kebakaran lagi," jelas dia.
Pantauan TribunJakarta.com, kondisi pabrik plastik PT Dinasplast saat ini porak poranda. Hampir sebagian besar bangunan gedung hancur usia insiden kebakaran kemarin.
Bagian belakang atap gedung pabrik yang mejadi pusat kebaran roboh, puing-puing masih berserakan kepulan asap kecil hitam juga masih nampak terlihat di bagian belakang tersebut.
Sementara untuk bagian depan gedung pabrik masih nampak utuh, namun kaca yang meyelimuti dinding gedung nampak hancur. Puing-puing sisa pecahan kaca juga masih nampak berserakan.