Mahfud MD Ungkap Pihak yang Menyebarkan Tudingan Dirinya Mengaitkan Tauhid dengan Radikalisme
Mahfud MD membeberkan siapa yang telah menyebarkan hoaks soal tudingan dirinya anti Tauhid.
TRIBUNJAKARTA.COM - Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Mahfud MD membeberkan siapa yang telah menyebarkan hoaks soal tudingan dirinya anti Tauhid.
Hal itu dibeberkan Mahfud MD saat menjadi narasumber di acara 'iNews Sore' unggahan channel Youtube Official iNews, Selasa (13/8/2019).
Mahfud MD mengungkapkan, tudingan dirinya mengaitkan bendera Tauhid dengan radikalisme adalah segilintir pengikutnya di Twitter.
"Saya punya follower 2 juta 950, itu yang berkomentar kayak gitu, yang memancing-mancing seakan-akan saya anti kalimat Tauhid itu kan paling 10 orang-20 orang dengan follower yang paling 15 orang, ada yang 0," ujar Mahfud MD.
Menurutnya, sebagian besar pengikutnya sudah paham bahwa dirinya tak mengaitkan bendera Tauhid dengan radikalisme.
"Tetapi sebagian besar itu menerima dan setuju."
"Bagaimana saya tahu? Kan kalau Anda punya Twitter ada cara membuka aktifitas Twitter, di situ diketahui berapa orang yang suka, berapa orang yang kritik, berapa ratus ribu yang nonton, itu bisa langsung kok diketahui," papar dia.
Tudingan soal statement yang menghubungkan bendera Tauhid dengan radikalisme benar-benar diketahui Mahfud MD setelah dirinya akan berpidato di KBRI Singapura.
"Cuma, karena ada orang bertanya, menjelang ceramah, ya saya jelaskan, lalu jadi berita," ungkapnya.
Setelah menjadi berita, artikel tersebut dimasukkan ke dalam Twitternya untuk menjawab sejumlah tudingan.
"Nah kebetulan kan jadi berita, saya masukkan di Twitter. Nih jawaban saya terhadap mereka yang berusaha mencari-cari membuat hoaks," paparnya.
Kendati demikian, dia mengaku tak terganggu dengan tudingan tersebut.
Pasalnya, Mahfud MD yakin dirinya tak pernah mengeluarkan statement mengaitkan bendera Tauhid dengan radikalisme.
"Saya sendiri tak terasa terganggu dengan itu, tak bakal ada respon."
"Kecuali di medsos-medsos liar, ndak bakal," ungkap Mahfud MD.