Pemadam Jakarta Timur Siap Jemput Bola Bantu Warga yang Tak Bisa Lepas Cincin

Bantuan pelepasan cincin yang diberikan personel Sudin PKP Jakarta Timur kepada masyarakat tak tanggung-tanggung.

Pemadam Jakarta Timur Siap Jemput Bola Bantu Warga yang Tak Bisa Lepas Cincin
Dokumentasi Sudin PKP Jakarta Timur
Yogi Ramadhan (19) saat menunjukkan cincin di jari manisnya yang sudah terlepas, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (14/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - Bantuan pelepasan cincin yang diberikan personel Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur kepada masyarakat tak tanggung-tanggung.

Kasi Ops Sudin PKP Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan jajarannya siap menyambangi masyarakat yang butuh bantuan dalam melepaskan cincin yang dikenakannya.

"Bila memang korban tidak bisa datang damkar siap jemput bola ke korban. Bisa menghubungi call center kita di 112 atau 021 8590 4904, atau 021 858 2150," kata Gatot di Matraman, Jakarta Timur, Rabu (14/8/2019).

Nomor call center tersebut sama dengan nomor yang dapat dihubungi warga saat melaporkan kasus kebakaran ke pemadam.

Layaknya bantuan pemadaman kebakaran, Gatot menuturkan bantuan pelepasan cincin, evakuasi hewan, dan bantuan lainnya gratis.

"Kami selalu siaga 1X24 jam, 100 persen gratis. Jadi kalau warga minta bantuan pelepasan cincin enggak perlu datang ke pos pemadam," ujarnya.

Bantuan pelepasan cincin teranyar yang diberikan personel Sudin PKP Jakarta Timur terjadi pada pukul 18.00 WIB di satu pos pemadam.

Korbannya yakni Yogi Ramadhan (19), warga Kelurahan Petukangan Selatan, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan yang tak bisa melepaskan cincinnya.

"Korban sudah memakai cincinnya sekitar dua bulan. Ketika nongkrong enggak sengaja jarinya terinjak sehingga cincin jadi sempit," tuturnya.

Kepada personel Sudin PKP Jakarta Timur, Yogi mengaku sudah berusaha membuka cincin dengan cara digigit dan menggunakan tang.

VIDEO Pendongeng Asal Indramayu Jalan Kaki Ingin Bertemu Jokowi Saat Upacara Kemerdekaan di Istana

Perluasan Ganjil Genap untuk Tekan Polusi DKI, Ini Respon Aktivis Lingkungan Hidup

Nahas kedua upaya tersebut tak berhasil da justru membuat cincin semakin menyempit sehingga membuat aliran darahnya tak lancar.

"Ketika datang jari manis yang terpasang cincin sudah bengkak dan membiru. Kita mulai penanganan sekira pukul 18.20 WIB dan selesai sekira pukul 19.00 WIB," lanjut Gatot.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved