Pemkot Jakarta Timur Tanam 36 Pohon Serap Polutan di Halaman Kantor Wali Kota

Untuk membantu memperbaiki kualitas udara, Anwar akan melanjutkan penanaman pohon ini di wilayah Jakarta Timur lainnya

Pemkot Jakarta Timur Tanam 36 Pohon Serap Polutan di Halaman Kantor Wali Kota
Istimewa/Dok Kominfotik Jakarta Timur
Suasana penanaman 36 pohon serap polutan pertama kali di tanam di halaman Kantor Walikota Jakarta Timur, Senin (19/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Sebanyak 36 pohon serap polutan ditanam di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Senin (19/8/2019).

Penanaman ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara.

Pemprov DKI Jakarta Anies Baswedan menginstruksikan penanaman pohon serapa polutan di 5 wilayah kota dan Kepulauan Seribu.

Penanaman ini dipimpin oleh Wali Kota Jakarta Timur usai pelaksaan apel pagi. Sebanyak 12 tumbuhan Tabebuya dan 20 tumbuhan Bougenville.

“Hari ini saya bersama pejabat Pemerintah Kota Administrasi melakukan penanaman pohon di halaman kantor Walikota Jakarta Timur, pohon yang ditanam adalah yang bisa menyerap polutan,” ucap Wali Kota Jakarta Timur M Anwar di Cakung, Jakarta Timur, Senin (19/8/2019).

Untuk membantu memperbaiki kualitas udara, Anwar akan melanjutkan penanaman pohon ini di wilayah Jakarta Timur lainnya. Seperti di Kantor Sudin, Kecamatan, Kelurahan hingga lingkungan sekolah.

Kejuaraan Dunia 2019 Pukul 14.00 Hari Ini: Anthony Ginting dan Christie Main, Link Live Streaming

BPTJ: Trotoar di Jakarta untuk Pejalan Kaki, Bukan untuk Berjualan

"Selain itu nanti juga akan saya instruksikan dan buat surat edaran ke perusahaan swasta yang ada di Jakarta Timur untuk melakukan penanaman pohon serap polutan di luar instasi pemerintahan," lanjut dia.

Untuk diketahui Tabebuya adalah pohon dengan pemeliharaan rendah, dimana pemangkasan dibutuhkan hanya untuk menghilangkan tangkai yang mati atau rusak.

Jarang ada hama atau penyakit yang mengganggu tanaman ini. Di Indonesia tanaman ini dijadikan tanaman peneduh.

Sedangkan Bougenville merupakan tanaman hias yang memiliki warna cantik dan cara perawatan yang mudah.

Hanya dengan perawatan ringkas, penyiraman air dan pemupukan rutin, kesegaran tanaman ini sudah kembali lagi dalam jangka waktu kurang sekiranya dua minggu.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved