Wali Kota Bekasi dan Depok Setuju Gabung Jakarta, Ridwan Kamil Sebut Tak Relevan Anies Pasrah

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan, keinginan Kota Bekasi untuk masuk Provinsi DKI Jakarta tak relevan.

Wali Kota Bekasi dan Depok Setuju Gabung Jakarta, Ridwan Kamil Sebut Tak Relevan Anies Pasrah
ISTIMEWA/Facebook Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di JakBistro, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (5/11/2018). 

"Ya kan keputusan merubah UU ada di DPR RI, artinya itu keputusan politik. Kalau politiknya setuju dan jalan yaa berubah," tegas dia.

Jika gagasan Jakarta Tenggara benar terealisasi, pria yang akrab disapa Pepen ini yakin percepatan pembangunan dan kesejahteraan di wilayah Bekasi akan semakin pesat.

Hanya saja kata dia, ada persoalan politik dimana Bekasi, sebagai daerah otonomi sudah terbiasa memilih DPRD dan Wali Kotanya sendiri. Berbeda dengan DKI Jakarta yang wilayah tingkat kotanya merupakan daerah administratif.

"Kalau percepatan pembangunan DKI-kan besar, hanya saja pada persoalan politiknya, persoalan DPRDnya dan persoalan kepala daerahnya, pastikan merubah undang-undang tentang pembentukan Kota Bekasi (menjadi Jakarta Tenggara)," ujarnya.

Wali Kota Depok ingin gabung Jakarta

Wali Kota Depok Mohammad Idris (tengah) ketika dijumpai wartawan di Kantor Wali Kota Depok, Jumat (12/7/2019).
Wali Kota Depok Mohammad Idris (tengah) ketika dijumpai wartawan di Kantor Wali Kota Depok, Jumat (12/7/2019). (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Wali Kota Depok  Mohammad Idris angkat bicara soal wacana pembentukan Provinsi Bogor Raya.

Dirinya mengaku lebih baik Kota Depok masuk ke Provinsi DKI Jakarta dari sisi bahasa.

“Kalau saya milih dari sisi bahasa, saya lebih memilih bahasa Jakarta, karena saya nggak bisa bahasa sunda,” ujar Idris pada wartawan, Selasa (20/8/2019).

Idris juga menjelaskan, Kota Depok secara bahasa hampir memiliki kesamaan bahasa dengan DKI Jakarta, yakni rumpun Melayu Depok atau yang sering disebut betawi ora.

“Tidak disebut betawi karena betawi sudah trademark dari Jakarta. Makanya depok ini dalam SK Gubernur disebut sebagai rumpun melayu depok,” ucapnya.

Halaman
1234
Penulis: wahyu tribun jakarta
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved