Janggal Selendang Merah & Wasiat Dekat Jenazah Lia, Tangis Ibunda Pecah Putrinya Tewas Jelang Nikah

Meninggalnya Lia Yulrifa dengan kondisi tergantung di rumah kontrakannya dinilai ada kejanggalan.

Janggal Selendang Merah & Wasiat Dekat Jenazah Lia, Tangis Ibunda Pecah Putrinya Tewas Jelang Nikah
SERAMBINEWS.COM/ SA'DUL BAHRI
Seorang mahasiswi asal Nagan Raya ditemukan tewas di Aceh Besar, Rabu (21/8/2019) - Kepala KUA Darul Makmur sedang berusaha menenangkan Hanidar, ibu kandung Lia Yulrifa yang terus menangis di rumahnya di Desa Kuta Trieng, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Kamis (22/8/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Meninggalnya Lia Yulrifa dengan kondisi tergantung di rumah kontrakannya dinilai ada kejanggalan.

Hal itu diungkap langsung oleh pihak keluarga Lia Yulrifa.

Lia Yulrifa ditemukan tewas tergantung di bagian kusen rumah kontrakannya di Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Rabu (21/8/2019) kemarin.

Dilansir dari Serambinews, pihak keluarga menyoroti sepucuk surat yang berada di dekat jasad Lia Yulrifa .

Seperti diketahui bahwa pihak kepolisian turut menemukan surat wasiat yang berisikan permintaan maaf.

Suami Takut Istri, Tak Kebal Lengan Dipecut Main Kuda Lumping Bilangnya Kena Begal

Cerita Bambang Penjual Buku Bekas: Diberi Uang dari Baim Wong, Ternyata Habis dalam 2 Hari untuk Ini

Gabion Ratusan Juta Disorot Politikus Demokrat dan PSI, Begini Penjelasan Anies Soal Taman Batu

Berikut isi surat wasiat yang ditemukan dekat jenazah Lia Yulrifa.

"Mama Maafin Lia.

Lia Sudah Buntu Jalannya. Lia Rasa ini adalah jalan satu-satunya untuk menebus kesalahan yang ada pada bang hendra.

Lia sudah ingkar janji sama mama dan bang hendra.

Maafin Lia Ma, Ayah, Adek kakan Eza. Lia sayang kali sama mama, ayah dan adek Lia, tapi Lia belum bisa membahagiakan kalian.
Maaf."

Dari foto isi surat yang beredar bertuliskan kata-kata yang diduga milik Lia Yulrifa dan ditulis oleh korban sebagai surat terakhirnya.
Dari foto isi surat yang beredar bertuliskan kata-kata yang diduga milik Lia Yulrifa dan ditulis oleh korban sebagai surat terakhirnya. (Foto Beredar di Group WhatsApp/Serambinews.com)
Halaman
1234
Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved