Janggal Selendang Merah & Wasiat Dekat Jenazah Lia, Tangis Ibunda Pecah Putrinya Tewas Jelang Nikah

Meninggalnya Lia Yulrifa dengan kondisi tergantung di rumah kontrakannya dinilai ada kejanggalan.

Janggal Selendang Merah & Wasiat Dekat Jenazah Lia, Tangis Ibunda Pecah Putrinya Tewas Jelang Nikah
SERAMBINEWS.COM/ SA'DUL BAHRI
Seorang mahasiswi asal Nagan Raya ditemukan tewas di Aceh Besar, Rabu (21/8/2019) - Kepala KUA Darul Makmur sedang berusaha menenangkan Hanidar, ibu kandung Lia Yulrifa yang terus menangis di rumahnya di Desa Kuta Trieng, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Kamis (22/8/2019). 

"Artinya kalau tidak harmoni, mereka mungkin akan jalan sendiri-sendiri. Tapi saaat itu mereka datang bersama, begitu juga sat pulang setelah bimbingan catin," ujar Manshur seperti dilansir TribunJakarta dari Serambinews, Jumat (23/8/2019).

Manshur pun terkejut setelah mendapat kabar jika Lia Yulrifa meninggal dunia.

Simak Sinopsis Drama India Ishq Mein Marjawan Episode 33, Tayang Hari Ini Pukul 11.00 WIB di ANTV

Misteri Pembantaian di KM Mina Sejati, 7 ABK Tewas, 23 Hilang Termasuk Pelaku, Ini Kronologinya

Lia Yulrifa ditemukan tewas tergantung di bagian kusen rumah kontrakannya di Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Rabu (21/8/2019) kemarin.

"Makanya saya kaget begitu mendapat kabar, dara baro yang baru kami bimbing dua hari lalu itu meninggal tergantung," ucapnya.

Sementara itu Ustaz Abdul Hadi yang membimbing Lia Yulrifa dan Hendra menjelaskan bahwa seharusnya korban mengikuti bimbingan di daerahnya.

"Seharusnya dara baro (Lia Yulrifa) itu bimbingan di daerahnya sendiri di Nagan Raya," katanya.

"Tetapi, karena Hendra, calon suaminya itu meminta agar dibimbing sekalian di KUA Luengbata, dengan alasan nanti tidak repot-repot lagi saat tiba di Nagan Raya, sehingga bimbingan pun kami lakukan," tambah Ustaz Abdul Hadi.

Kepala KUA Luengbata, H Manshur SAg
Kepala KUA Luengbata, H Manshur SAg (Serambi)

Dalam bimbingan calon pengantin itu, Ustaz Abdul Hadi menyampaikan materi secara umum.

Namun saat dibahas tentang keridhaan, wajah almarhum Lia Yulrifa terlihat agak sedih.

Begitu juga dengan calon suaminya, Hendra.

"Tapi, saya pikir itu adalah hal lazim dan biasa untuk para calon pangantin yang akan menikah. Saya juga tidak berani menanyakan apa-apa, karena memang itu sudah biasa dan tidak pernah terpikir yang macam-macam, apa yang terlintas di pikiran mereka,” ungkap Ustaz Abdul Hadi.

Pengakuan Hendra calon sumai Lia Yulrifa

Pihak keplisian turut memintai keterangan Henda terkait tewasnya Lia Yulrifa.

Berdasarkan keterangan Hendra, hubungan dirinya dengan Lia Yulrifa baik-baik saja.

Tidak ada persoalan apa pun sebelum Lia Yulrifa ditemukan tewas tergantung.

Hal itu diungkapkan Kapolsek Krueng Barona Jaya, Iptu M Hasan.

"Hendra, calon suami korban itu mengatakan antara dirinya dengan Lia Yulrifa, tidak ada persoalan apapun sebelum kejadian calon istrinya ditemukan meninggal tergantung," katanya.

"Bahkan, siang tadi mereka mau pulang bersama ke Darul Makmur, Nagan Raya, karena besok hari Jumat, 23 Agustus 2019, mereka akan melangsung pernikahan," lanjut Hasan.

Ia menambahkan jika Lia Yulrifa diduga meninggal dunia karena bunuh diri.

"Sejauh ini dugaan sementara korban meninggal dunia karena bunuh diri, setelah kami berkoordinasi dengan dokter. Tapi, polisi tetap melakukan penyelidikan terhadap kematian korban," terangnya.

(TribunJakarta/Serambinews)

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved