Diduga Karena Arus Pendek Listrik, Tujuh Bangunan di Limo Depok Hangus Terbakar

“Kami terima informasi pada pukul 13.30 WIB, dan petugas dari Cinere segera meluncur kesini,” ujar Gandara di lokasi kejadian

Diduga Karena Arus Pendek Listrik, Tujuh Bangunan di Limo Depok Hangus Terbakar
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Petugas Damkar Kota Depok membersihkan sisa-sisa kebakaran yang melanda tujuh bangunan di Jalan Grogol, Limo, Kota Depok, Senin (26/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CINERE – Si jago merah kembali mengamuk, kali ini sekiranya tujuh bangunan di Jalan Raya Grogol, Limo, Kota Depok, ludes terbakar tak tersisa.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok Gandara Budiana mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran tersebut sekiranya pukul 13.30 WIB.

“Kami terima informasi pada pukul 13.30 WIB, dan petugas dari Cinere segera meluncur kesini,” ujar Gandara di lokasi kejadian, Senin (26/8/2019).

Gandara mengatakan, total ada 11 mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan untuk memadamkan kobaran api tersebut.

“Dari kami ada 10, kemudian tadi ada bantuan satu unit mobil lagi dari Jakarta, jadi total ada 11,” ujar Gandara.

Gandara juga menjelaskan, arus pendek listrik disalah satu bangunan dari tujuh bangunan yang terbakar diduga menjadi penyebab kebakaran tersebut,.

“Kemungkinan arus pendek, proses pemadaman tadi memakan waktu hampir sekrianya satu jam,” tambahnya.

Gelar Pameran Arsip Nusantara, ANRI Targetkan 800 Orang Datang Melihat

Sebagai Arsitek, Ridwan Kamil Menilai Luas Ibukota Baru 200 Ribu Hektare Adalah Pemborosan

Walikota: Jajak Pendapat Bekasi Gabung DKI Jakarta Tidak Bisa Dilakukan Pemerintah

Sementara itu, Kapolsek Limo Kompol Iskandar menuturkan tujuh bangunan yang ludes terbakar diantaranya adalah dua toko kusen, dua toko bengkel las, satu bengkel kendaraan, satu bengkel  dinamo, dan satu toko sembako atas nama pemilik Nela.

Iskandar juga mengatkan, total kerugian yang dialami korban akibat kebakaran tersebut masih belum bisa diperkirakan hingga saat ini karena masih dalam proses penghitungan.

“Sampai saat ini kerugian masih belum bisa diperkirakan,” ujar Iskandar ketika dikonfirmasi terpisah.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved