Kebijakan Ganjil Genap

Evaluasi Perluasan Ganjil Genap, Penumpang TransJakarta Melonjak

Hasil evaluasi sistem ganjil-genap kendaraan di ibu kota berdampak positif bagi TransJakarta.

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Penindakan ganjil-genap di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (10/9/2019). 

Melihat peningkatan ini, Taufik ikut memberikan fasilitas penunjang untuk masyarakat yang sudah beralih ke angkutan umum.

Ia telah menyiapkan ruang tunggu untuk penumpang serta ruang istirahat bagi pengemudi, khususnya pengemudi Jak Lingko.

"Alhamdulillah sekarang sudah ada 3 trayek Jak Lingko juga. Di situ peminatnya sudah terpantau banyak. Kesadaran masyarakat sudah mulai terlihat juga. Oleh sebab itu, kami juga berikan fasilitas penunjang lainnya dengan menyiapkan ruang tunggu dan ruang istirahat," sambungnya.

Melihat penambahan pengguna angkutan umum ini, Taufik berharap adanya rambu tambahan agar para penumpang tak terlalu jauh ketika hendak menaiki angkutan umum.

Selain itu, ia juga sedang gencar melakukan sosialisasi terkait penggunaan Jak Lingko dan tata cara penggunaan Jak Lingko guna bantu mendukung program Pempov DKI Jakarta kurangi kadar polutan udara.

Setiap ada penumpang yang bertanya ke jajarannya, maka akan diarahkan terlebih dahulu untuk menggunakan angkutan umum yang ada.

Jumlah Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta Timur Mayoritas Terjadi Pagi Hari

Polisi bersama Dishub memantau kendaraan yang melanggar ganjil genap di Simpang Tomang, Jakarta Barat.
Polisi bersama Dishub memantau kendaraan yang melanggar ganjil genap di Simpang Tomang, Jakarta Barat. (TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra)

Jumlah penindakan perluasan ganjil genap di wilayah Jakarta Timur lebih banyak terjadi di pagi hari, yakni saat pemberlakuan pada pukul 06.00 WIB sampai 10.00 WIB.

Kasie Lalu Lintas Sudinhub Jakarta Timur Andreas Eman mengatakan data hasil penindakan yang dilakukan kepolisian lebih didominasi terjadi pada pagi hari.

"Selama dua hari ini pelanggaran perluasan ganjil genap di Jakarta Timur lebih didominasi pagi hari. Untuk penindakan pukul 16.00 WIB sampai 21.00 WIB ada, tapi lebih sedikit," kata Eman di Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (11/9/2019).

Pada hari pertama penindakan yang berlangsung hingga pukul 10.00 WIB, Satlantas Polres Metro Jakarta Timur menindak 153 pengemudi.

Sementara para pukul 16.00 WIB sampai 21.00 WIB tercatat 144 pengemudi yang ditilang karena melanggar perluasan ganjil genap.

"Untuk penindakan di hari kedua pada pagi hari sebanyak 202, sedangkan untuk sore harinya tercatat sebanyak 47 pengemudi mobil," ujarnya.

Eman sendiri belum dapat memastikan alasan jumlah pelanggaran di pagi hari lebih banyak dibanding pada sore hingga malam hari.

Namun dia menduga pengemudi mobil cenderung lebih menaati peraturan dibandingkan pada pagi hari saat penindakan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved