Tanggapi Pertemuan Prabowo dan Jokowi, PA 212 Tegaskan Tak Akan Berekonsiliasi

Terkait pertemuan Jokowi dan Prabowo, Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif menegaskan, pihaknya tidak akan berekonsiliasi.

Tanggapi Pertemuan Prabowo dan Jokowi, PA 212 Tegaskan Tak Akan Berekonsiliasi
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Ketum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif menegaskan, pihaknya tidak akan berekonsiliasi dengan pemerintah yang dipimpin Presiden Joko Widodo.

Penegasan ini juga sekaligus jawaban atas pertemuan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dengan Presiden Jokowi Jumat (11/10/2019) lalu di Istana Presiden.

"Kami mujahid 212 tidak akan rekonsiliasi dengan ketidakadilan, tidak akan berekonsiliasi dengan kecurangan dan kezaliman," ucapnya, Minggu (13/10/2019).

Istrinya Nyinyir Terkait Penikaman Wiranto, Peltu YNS Ditahan 14 Hari, Sang Istri Buat Pengakuan

Ia pun menyebut, pihaknya akan berpegang pada hasil Ujtima Ulama IV dan menjaga jarak selama kriminalisasi terhadap ulama tetap dilakukan oleh pemerintah.

"Hasil Itjima Ulama IV sama-sama kita tahu bahwa kita menolak kepemimpinan hasil kecurangan dan menjaga jarak. Itu hasilnya dan setiap produk hukum yang lahir dari ketidakadilan kita tidak terima," kata Slamet Maarif.

"Jadi, ketika ada Ketum partai manapun yang ingin berusaha berekonsiliasi dengan pemerintah ya kami pasti menolaknya," tambahnya menjelaskan.

Setelah Kalah dari China, Timnas U23 Indonesia Kalah Tipis dari Yordania di Turnamen CFA

Jika ingin berekonsiliasi dengan PA 212, maka Slamet Maarif menyebut, pemerintah harus memulangkan kembali Habib Rizieq Shihab ke Indonesia.

"Jangan bermimpi rekonsiliasi kalau imam kami belum pulang ke Indonesia. Itu harga mati buat kami," tuturnya.

Anggota PA 212 Ngaku Aniaya Ninoy Karundeng

Di sisi lain, Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif angkat bicara soal pengakuan Abdul Basyir Mokodongan yang mengaku menganiaya Ninoy di dalam masjid.

Menurutnya, bila Abdul Basyir mengakui tindak penganiayaan yang dilakukannya kepada penggiat media sosial itu, maka pihak kepolisian boleh saja memprosesnya secara hukum.

Halaman
1234
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved