Fenomena Langit Jepang Berwarna Pink Sebelum Topan Hagibis Mengamuk, 35 Orang Tewas & Bangunan Roboh

Langit di Jepang berubah warna menjadi pink sebelum topan hagibis mengamuk di Jepang 35 orang tewas dan 20 orang hilang.

Fenomena Langit Jepang Berwarna Pink Sebelum Topan Hagibis Mengamuk, 35 Orang Tewas & Bangunan Roboh
Kolase Twitter @PHWeatherUpdate/Reuters via Kompas.com
Terlihat langit berwarna pink di atas Jepang sebelum terjadinya Topan Hagibis (foto kiri). Para petugas sedang melakukan evakuasi usai topan Hagibis melanda Jepang (foto kanan). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Puluhan ribu tim penyelamat Jepang dikerahkan untuk mencari korban selamat setelah amukan Topan Hagibis akhir pekan lalu yang membunuh 35 orang.

Topan yang disebut terkuat dalam 60 tahun terakhir itu mendarat pada Sabtu (12/10/2019), menyebabkan banjir dan tanah longsor.

Lebih dari 110.000 tim penyelamat, termasuk 31.000 tentara Jepang, bekerja sepanjang malam untuk mencari korban yang masih terperangkap.

Media lokal dikutip AFP Senin (14/10/2019) memberitakan, sekitar 35 orang tewas akibat terjangan Topan Hagibis, dengan Kyodo menyebut 20 orang masih hilang.

Istrinya Nyinyir Terkait Penikaman Wiranto, Peltu YNS Ditahan 14 Hari, Sang Istri Buat Pengakuan

Warga lokal mendapat pertolongan dari Pasukan Bela Diri Jepang saat pemukiman mereka terendam banjir disebabkan oleh Topan Hagibis di Kakuda, perfektur Miyagi, Jepang, Minggu (13/10/2019). Topan Hagibis menerjang wilayah Jepang tengah pada Sabtu lalu, membawa hujan deras yang memicu longsor serta meluapkan sungai hingga terjadi banjir, sedikitnya 11 orang dilaporkan tewas dan belasan hilang.
Warga lokal mendapat pertolongan dari Pasukan Bela Diri Jepang saat pemukiman mereka terendam banjir disebabkan oleh Topan Hagibis di Kakuda, perfektur Miyagi, Jepang, Minggu (13/10/2019). Topan Hagibis menerjang wilayah Jepang tengah pada Sabtu lalu, membawa hujan deras yang memicu longsor serta meluapkan sungai hingga terjadi banjir, sedikitnya 11 orang dilaporkan tewas dan belasan hilang. (ANTARA FOTO/KYODO/via REUTERS)

Hagibis datang dengan kecepatan angin mencapai 216 km per jam, menyebabkan hujan lebat dan 21 sungai meluap dengan dilaporkan adanya kerusakan.

Di Nagano, tanggul Sungai Chikuma jebol dan mengalir hingga ke permukiman.

Akibatnya, rumah warga terendam hingga ke lantai dua.

Militer dan dinas pemadam kebakaran mengangkut korban dari atap.

Di Fukushima terjadi kejadian tragis di mana perempuan lansia terjatuh dari helikopter.

"Mencari Korban Selamat adalah Prioritas Utama" Sementara ada tim yang menggunakan perahu karet untuk mencari ratusan orang yang terperangkap di panti jompo kawasan barat laut Tokyo.

Halaman
1234
Penulis: Suharno
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved