Demo di Jakarta

Tak Ada Istilah Izin, Kapolri Tegaskan Massa Unjuk Rasa Wajib Beritahu Polisi

"Artinya saya ingin unjuk rasa sebebas-bebasnya, tidak, itu salah kaprah. Tolong baca betul UU itu di pasal 6, ada batasan, restriction," kata Tito.

Tak Ada Istilah Izin, Kapolri Tegaskan Massa Unjuk Rasa Wajib Beritahu Polisi
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut massa unjuk rasa wajib memberitahukan pihak kepolisian jika ingin berdemonstrasi, di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut massa unjuk rasa wajib memberitahukan pihak kepolisian jika ingin berdemonstrasi.

"Yang akan melakukan unjuk rasa itu wajib memberitahukan kepada kepolisian," kata Tito, setelah acara apel pengamanan presiden, di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2019).

Dia melanjutkan, tak ada istilah tanpa izin untuk menyampaikan unjuk rasa.

"Sudah kami sampaikan terdahulu bahwa UU nomor 9 tahun 98 tentang menyampaikan pendapat di muka umum itu, tidak dikenal istilah 'izin' untuk menyampaikan unjuk rasa," kata Tito.

Kemudian, sambungnya, pendapat-pendapat di muka umum itu tidak bersifat absolut.

Kata Tito, massa unjuk rasa tak dapat berdemonstrasi secara bebas dan ada batasannya.

"Artinya saya ingin unjuk rasa sebebas-bebasnya, tidak, itu salah kaprah. Tolong baca betul UU itu di pasal 6, ada batasan, restriction, ada batasannya," ucap Tito.

Tito pun menuturkan lima poin penting ihwal tata tertib unjuk rasa.

Pertama, kata dia, tidak boleh menganggu ketertiban publik.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved