Demo di Jakarta

Tak Ada Istilah Izin, Kapolri Tegaskan Massa Unjuk Rasa Wajib Beritahu Polisi

"Artinya saya ingin unjuk rasa sebebas-bebasnya, tidak, itu salah kaprah. Tolong baca betul UU itu di pasal 6, ada batasan, restriction," kata Tito.

Tak Ada Istilah Izin, Kapolri Tegaskan Massa Unjuk Rasa Wajib Beritahu Polisi
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut massa unjuk rasa wajib memberitahukan pihak kepolisian jika ingin berdemonstrasi, di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2019). 

Kedua, lanjutnya, tidak boleh mengganggu hak asasi orang lain.

Ketiga, sambung Tito, harus sesuai aturan Undang-Undang.

"Keempat menegakkan etika dan moral. Kelima harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," ucapnya.

Seandaianya dalam pembubaran terjadi perlawanan dan mengakibatkan korban dari petugas, ada ancaman dan hukuman.

"Jika sudah diperingatkan tidak bubar, itu sudah pelanggaran pasal 218 KUHP. Meskipun ringan hukumanya, tapi proses hukumnya tetap berjalan," ujarnya.

BEM Jabodetabek dan Banten serukan aksi hari ini

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jabodetabek dan Banten akan lakukan unjuk rasa di Patung Kuda sampai Istana Negara siang ini, Kamis (17/10/2019).

Melalui Instagram @bem_si, seruan aksi ini sudah diposting sejak Rabu (16/10/2019) kemarin.

Dalam postingan tersebut, tertulis #TUNTASKANREFORMASI dan mengajak para mahasiswa untuk mendesak Perppu KPK.

Dalam postingan tersebut juga tertulis jika semangat reformasi sejak 20 tahun lalu menghendaki adanya pemberantasan korupsi dan berdirinya KPK menjadi bukti yang kuat dalam membasmi korupsi di negeri ini.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved